Gus Yahya: Sama Sekali Tak Terbesit Saya Mundur dari PBNU

Gus Yahya usai pertemuan dengan PWNU se Indonesia di Surabaya.
Sumber :
  • A Toriq A/Viva Jatim

Surabaya, VIVA JatimKH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan tegas menyatakan tidak akan mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, sesuai AD/ART NU, rapat harian syuriah tidak berwenang untuk memberhentikan fungsionaris NU.

img_title Forbes NU Kritik Arah Diplomasi Global PBNU, Nilai Jauh dari Kepentingan Nahdliyyin

"Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur [dari Ketum PBNU] karena saya mendapatkan mandat dan amanat di dalam muktamar untuk [menjadi Ketum PBNU] lima tahun," kata Gus Yahya usai pertemuan PBNU-PWNU di Surabaya, Minggu, 23 November 2025.

Apalagi, kata dia, sampai saat ini dirinya belum menerima surat resmi dari Rais Aam NU terkait isu pemakzulan dirinya. Adapun dokumen Risalah Rapat Harian Syuriah yang menuliskan keputusan dirinya agar mundur dari jabatan Ketum PBNU, menurut Gus Yahya itu menyalahi AD/ART NU.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

Menurut Gus Yahya, dokumen resmi PBNU harus ditandatangani secara digital, bukan tanda tangan manual. Sebab, kata dia, di era digital seperti sekarang ini tanda tangan seseorang sangat mungkin bisa ditiru oleh siapa pun.

Jika pun memang rapat Harian syuriah memutuskan dirinya agar mundur dari jabatan Ketum PBNU, menurut Gus Yahya itu menyalahi AD/ART NU. "Rapat Harian syuriah tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan fungsionaris NU," tandas Gus Yahya.

img_title 4 Spesies Kumbang Baru Ditemukan, Buah Penelitian Dipimpin Ketua LPP NU Jatim

Pertemuan antara PBNU dan PWNU se Indonesia digelar dari Sabtu, 22 November 2025, malam hingga Minggu dini hari. Selain Gus Yahya, hadir pula darivPBNU, yakni Waketum Amin Said Husni dan Wasekjen Faisal Saimima. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tak hadir.

Pertemuan tersebut digelar di tengah-tengah isu panas pemakzulan Gus Yahya dari jabatan Ketum PBNU. Isu tersebut bersumber dari bocornya dokumen Risalah Rapat Harian Syuriah yang digelar di Jakarta pada Kamis, 20 November 2025.

Dalam dokumen risalah berbentuk PDF yang bocor ke publik, jajaran Syuriah menyatakan Gus Yahya melakukan pelanggaran karena mengundang narasumber dari luar yang berafiliasi dengan jaringan Zionis Israel dalam Akademi Kader NU beberapa waktu lalu.

Syuriah juga menilai ada indikator pelanggaran dalam tata kelola keuangan PBNU. Karena itu, jajaran Syuriah meminta Gus Yahya mundur dari Ketum PBNU. Jika tiga hari sejak diputuskan belum juga mundur, Rais Aam NU akan memberhentikan Gus Yahya dari jabatannya.