PSK 16 Tahun Terjaring Razia di Eks Lokalisasi Dolly Surabaya

Ilustrasi PSK
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Pengungkapan praktik prostitusi terselubung di kawasan eks Lokalisasi Dolly, Surabaya, pada 15 November 2025 lalu terungkap fakta baru. Salah satu Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia masih berusia 16 tahun.

img_title Polisi Bekuk Pelaku Pengeroyokan 2 Pemuda Saat Konvoi Pesilat di Kendangsari Surabaya

Remaja berinisial DV itu mengaku terpaksa menjadi PSK lantaran terdesak biaya hidup. Ia tinggal seorang diri bersama kakaknya di sebuah kamar kos di kawasan Putat Jaya Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Orangtuanya tidak tinggal serumah dan nyaris tak peduli lagi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati menjelaskan, DV tumbuh tanpa pendampingan layak dari kedua orangtuanya.

img_title Coba-coba Jadi Pengedar Ekstasi, Pria Tenggumung Wetan Surabaya Ditangkap Polisi

"Anak ini memang tidak diasuh oleh kedua orangtuanya. Jadi bapaknya di luar kota, ibunya dari TKW seperti itu," ujar Ida, Kamis, 20 November 2025.

Sang ibu bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan, sementara ayahnya berada di Bojonegoro. Meski DV masih menerima kiriman uang secara berkala, namun jumlahnya jauh dari mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari.

img_title Pria di Surabaya Ditangkap Polisi Gegara bawa 35 Butir Ekstasi di Bungkus Rokok

"Kalau saya enggak salah ingat setiap bulan itu hanya dikasih Rp100 ribu atau berapa. Kan ya enggak mungkin bisa mencukupi," jelas Ida.

Terjepit kondisi ekonomi dan tanpa figur pendamping, DV akhirnya memilih jalan pintas. Ia diajak sebuah muncikari sebagai pemuas nafsu pria hidung belang di sekitar tempat tinggalnya.

Bahkan iming-iming dapat penghasilan cepat dan banyak tak pernah terwujud karena ebagian besar uang justru dirampas sang induk semang.

Pemkot Surabaya kini memberikan pendampingan psikologis kepada DV. Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan langkah untuk mengembalikan masa depannya, dengan mendaftarkan pada sebuah program pendidikan.

"Jalan pintas yang ditempuh itu keliru. Dalam kegalauannya itu ditangkap sama muncikari ini, jadi dipekerjakan. Malah hasilnya lebih banyak muncikari yang ambil," tutup Ida.

Sebelumnya, petugas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya membongkar praktik prostitusi terselubung di bekas lokalisasi Dolly, Jalan Putat Timur III B, Kecamatan Sawahan.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan empat orang diduga sebagai muncikari sekaligus perempuan pekerja seks komersial.

Halaman Selanjutnya
img_title