Kediri Targetkan Peningkatan Produksi dan Perluasan Lahan Padi Organik

Temu tani Kabupaten Kediri.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Kediri, VIVA Jatim – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri berupaya akan meningkatkan produksi dan memperluas lahan padi organik. Hal ini lantaran tingginya permintaan pasar, termasuk dari perusahaan besar.

img_title 4 Spesies Kumbang Baru Ditemukan, Buah Penelitian Dipimpin Ketua LPP NU Jatim

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, akan menargetkan peningkatan produksi dan perluasan lahan padi organik. Peningkatan ini dilakukan setelah adanya permintaan dari pengusaha untuk menambah pasokan, mengingat tingginya konsumsi padi organik, salah satunya dari perusahaan makanan cepat saji. Saat ini, pasokan beras organik dari Kediri mencapai 80 ton per bulan untuk kebutuhan nasional.

"Kalau padi organik dari Kediri khususnya disini setiap bulan 80 ton beras itu bisa kita pasok untuk kebutuhan bagian dari nasional," ujar Sukadi di Temu Tani di Purwoasri, Senin, 24 November 2025.

img_title Mojokerto Bangun 9 Proyek Irigasi dan Bendung Rp5,45 Miliar, Airi 324,82 Hektare Sawah

Beliau mengaku temu tani ini adalah mempertemukan petani padi organik dengan pihak pengusaha pembeli hasil produksi. Dalam pertemuan itu, pengusaha menyampaikan permintaan agar produksi dan perluasan lahan segera ditingkatkan.

"Karena konsumsi padi organik ini sangat besar, jadi sudah ada kerja sama. Disampaikan (bahwa) berasnya salah satunya dari Kabupaten Kediri," bebernya.

img_title Pemkab Kediri dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Menanggapi hal tersebut, Dispertabun Kediri berkomitmen untuk segera menindaklanjuti. Sukadi menegaskan bahwa terkait dengan perluasan padi organik, pihaknya akan selalu meningkatkan dan memperluasnya.

Terkait inovasi, Sukadi menjelaskan bahwa Dispertabun membantu petani melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan memberikan bantuan alat pertanian, baik untuk pra-panen, saat tanam, maupun pasca-panen. Sebagai contoh, proses pengeringan yang dulunya menggunakan jemuran lantai kini diubah menjadi menggunakan dryer atau alat pengering modern.

Sukadi menambahkan bahwa rencana ke depan untuk petani organik adalah menaikkan hasil produksi dari sawah sekaligus memperluas lahannya. Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk kesejahteraan petani.

"Kedua, tujuan kita apa sih? Untuk kesejahteraan petani. Ke sana [arahnya]. Kalau bisa untuk beras organik ini harganya agak dinaikkan," tuturnya.

Selain itu, Dispertabun juga berupaya mengubah pola pikir (mindset) petani organik, yang menurutnya membutuhkan waktu dan insentif. Insentif yang diberikan pemerintah daerah antara lain berupa bantuan alat tanam, bantuan benih, pupuk, bantuan combi (mesin pemanen), dan dryer, guna menciptakan hilirisasi pertanian, khususnya pertanian organik.

Halaman Selanjutnya
img_title