Pemprov Jatim Sigap Perbaiki Tanggul Pasca Erupsi Gunung Semeru

Alat berat di lokasi erupsi Gunung Semeru.
Sumber :
  • Istimewa

Lumajang, VIVA Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung tancap gas dalam upaya penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru di wilayah Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk memperbaiki tanggul sungai.

img_title Khofifah Lantik Aftabuddin Sebagai Kepala Dinas ESDM Jatim Definitif

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, Pemprov Jatim saat ini fokus pada pemulihan infrastruktur sungai dan perlindungan terhadap permukiman warga sebagai langkah cepat menangani dampak erupsi Gunung Semeru. 

Perbaikan infrastruktur dimulai sejak Senin kemarin hingga dua hari ke depan dengan mengerahkan delapan eksavator, dua dozer dan dua lagi loader dari berbagai instansi untuk mempercepat penanganan material vulkanik dan perbaikan tanggul.

img_title Emil Dardak Yakinkan Masyarakat Soal Kerahasiaan Data saat Sensus Ekonomi

"Kami ingin pastikan semua akses dan fasilitas umum di wilayah Pronojiwo segera pulih kembali. Karena ini terkait keamanan dan mobilitas warga di sana," kata Khofifah, Selasa, 25 November 2025.

Selama penanganan dampak erupsi Gunung Semeru, Pemprov Jatim melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jawa Bali dan pelaku usaha tambang.

img_title Event di Jawa Timur Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan secara Nasional

Perbaikan infrasutruktur sungai saat ini dengen membangun tanggul di sisi kanan Sungai Rejali di Desa Supiturang. Tanggul tersebut terputus sepanjang 300 Meter, sehingga berdampak pada keamanan permukiman warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang yang berada di area terdampak aliran lahar dan banjir.

"Hingga kemarin, tim di lapangan telah berhasil melakukan penutupan dan penebalan tanggul sepanjang 150 meter dari total kerusakan 300 meter," jelas Khofifah.

Dia lalu menegaskan jika Pemprov Jatim terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait di level kementerian hingga pemerintah daerah untuk memastikan keamanan warga dan percepatan pemulihan pascaaerupsi.

Khofifah memprediksi, perbaikan tanggul akan rampung pada Rabu, 26 November 2025 besok. Sehingga warga merasa aman.

"Penutupan sisa tanggul sepanjang 150 meter akan diupayakan selesai pada esok hari untuk mengembalikan fungsi perlindungan secara optimal," pungkasnya.