Gonjang-ganjing Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya
- Viva
Surabaya, VIVA Jatim – Setelah mengeluarkan surat edaran terkait posisi KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang tidak lagi menjabat Ketum PBNU per 26 November 2025, jajaran Syuriah dikabarkan akan menggelar rapat pleno untuk menentukan Pj Ketum PBNU pengganti Gus Yahya.
Lalu siapa kira-kira Pj Ketum PBNU yang akan dipilih Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhar? Masih menjadi teka-teki. Tapi, sejak kabar Risalah Rapat Harian Syuriah yang isinya meminta Gus Yahya mundur dari jabatan Ketum PBNU beredar luas, beberapa nama calon Pj sudah berseliweran di media sosial.
Mula-mula poster yang beredar di medsos dan jejaring WhatsApp lingkungan Nahdlatul Ulama ialah nama KH Zulfa Mustofa, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU. Poster Kiai Zulfa muncul hanya beberapa hari setelah Risalah Rapat Harian Syuriah tertanggal 20 November 2025 itu beredar luas.
“Selamat dan Sukses KH Zulfa Mustofa sebagai Pjs Ketu Umum PBNU,” bunyi poster itu yang dilengkapi gambar wajah Kiai Zulfa.
Selain Kiai Zulfa, nama Rais Syuriah Prof Muhammad Nuh juga masuk dalam bursa calon Pj Ketum PBNU. Posternya juga beredar luas di lingkungan NU setelah Syuriah menerbitkan SE pemberhentian Gus Yahya sebagai Ketum PBNU.
Nama berikutnya yang juga muncul ke permukan dalam bursa calon Pj Ketum PBNU ialah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, kini Sekjen PBNU. Sejak isu Risalah Rapat Harian Syuriah mencuat, nama Gus Ipul sendiri santer dikabarkan berseteru dengan Gus Yahya.
Gus Ipul sendiri sudah menyampaikan bantahan terkait poster beredar yang menyebut dirinya ditunjuk sebagai Pj Ketum PBNU. “Hoaks [isu dirinya jadi Pj Ketum PBNU],” katanya kepada awak media.
Di bagian lain, Gus Yahya tetap menolak pencopotan dirinya dari posisi Ketum PBNU. Ia menilai bahwa SE Syuriah yang memberhentikan dirinya dari pucuk pimpinan tanfidziyah PBNU tidak resmi dank arena itu tidak sah.
Bersamaan dengan rencana rapat pleno syuriah, pada Kamis, 27 November 2025, ini Gus Yahya dikabarkan akan datang ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan sowan kepada kiai sepuh pesantren tersebut, KH Anwar Manshur, membicarakan soal gejolak di PBNU.