Viral di Medsos Siswa Bojonegoro Belajar di Sekolah tak Layak, Ini Penjelasan Kemenag

Video Viral Sekolah tak layak di Bojonegoro.
Sumber :
  • Imron Saputra

Bojonegoro, VIVA Jatim-Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa tengah belajar di sebuah bangunan sekolah yang kurang layak viral di media sosial (Medsos). Belakangan diketahui, sekolah yang viral di media sosial tersebut, merupakan bangunan salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

img_title Raih Adiwiyata Mandiri, Menteri Jumhur Nilai SMAN 1 Gresik Layak Jadi Teladan Nasional

Dalam video yang beredar, sekolah itu dianggap tidak layak, karena bangunan hanya berdindingkan papan kayu. Sedangkan lantainya masih dari tanah liat.

Selain itu, ruang kelas hanya di sekat dengan dinding yang terbuat dari kayu. Meski belajar dengan prasarana dan sarana pendidikan seadanya, namun dalam video tersebut semangat para siswa tidak padam.

img_title Viral Remaja Putri di Tuban Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Lapor Polisi

Menanggapi video yang viral, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag, Kabupaten Bojonegoro Sholihul Hadi saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Hadi menyebut, bangunan itu bukan bangunan lembaga, akan tetapi berupa bangunan kelas yang dibuat swadaya oleh masyarakat sekitar dengan status tanah wakaf.

Hadi menjelaskan, lembaga tersebut mempunyai identitas MI Silahul Muslimin, NSM 111235220274, NPSN: 70027465, Alamat: Ds Napis, Kec. Tambakrejo, Kab. Bojonegoro. Di mana Bangunan Utama dari lembaga terdiri dari 2 ruang kelas dan dipergunakan/disekat untuk 4 rombel. berdinding batu bata dengan status layak dan baik.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

"Untuk jumlah siswa yang bersekolah baik di MI Induk (Daplangu) yang berdiri tahun 202 jumlah siswanya untuk Kelas 1 ada 18 Siswa, Kelas 2 ada 5 Siswa, Kelas 3, 0 Siswa, Kelas 4 ada 6 Siswa dan Kelas 5 ada 6 Siswa. Dan MI Koripan tahun 2023, Kelas 1 ada 3 Siswa, Kelas 2 4 Siswa dan Kelas 3 ada 9 Siswa," kata Hadi, saat dihubungi, VIVA Kamis 27 November 2025.

Hadi menjelaskan, bangunan itu berada di daerah pegunungan dengan jarak kurang lebih 2 km dari lembaga MI Silahul Muslimin. Hadi menyebut, adanya kelas swadaya masyarakat tersebut dibuat untuk mempermudah belajar para siswa yang berasal dari pegunungan karena sekolah di MI Silahul Muslimin yang jarak tempuhnya terlalu jauh dan medan yang sulit.

Sehingga dibuatlah kelas apa adanya, dengan tenaga pengajar atau guru dari Silahul Muslimin. Langkah ini juga sebagai upaya jemput bola dalam mencari siswa sehingga guru dari MI Silahul Muslimin yang berangkat untuk mengajar siswa dari daerah pegunungan.

Halaman Selanjutnya
img_title