Curhat Sopir di Lamongan Dimintai Uang Parkir Saat Berhenti di Jalan Lingkar Utara

Karcis Parkir.
Sumber :
  • Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim-Video seorang warga yang diduga sebagai sopir mengaku dimintai uang parkir saat sedang berhenti di Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan viral di media sosial.

img_title Tujuh Stand Pasar Agrobis Babat Lamongan Ludes Terbakar, Api Berasal dari Toko Styrofoam

Dalam unggahan yang beredar, seseorang sopir curhat dan memperlihatkan secarik kertas dengan bertuliskan Jalan Lingkar Utara Tengah karcis parkir dengan nominal Rp5000.

Selain itu, pria yang berada di dalam mobil tersebut juga menyebut "Parkir Lingkar Lamongan kenek karcis 500 lor. Iki seumpomo ban serep ku ilang opo aki ilang tanggung jawab pora. Parkir di pinggir jalan dikek i karcis koyo tempat wisata seperti di tempat wisata, ngomong e jare resmi. Resmi teko Endi karcis model nginiki," sebut pria yang ada di dalam video tersebut.

img_title Viral Remaja Putri di Tuban Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Lapor Polisi

Sontak video yang diunggah ke media sosial tersebut mendapatkan beragam komentar, ada yang menyebut jika ia pernah melihat orang memakai rompi orange meminta uang parkir kepada sopir. Selain itu ada orang juga yang mengaku pernah dimintai.

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo mengaku jika karcis yang dibagikan oleh warga kepada sopir tersebut bukan dikeluarkan oleh pemerintah karena bentuk dan desain tidak sama.

img_title Gudang Besi Tua di Lamongan Ludes Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sugeng mengaku, usai video itu beredar, Dinas Perhubungan juga telah turun ke lokasi kejadian untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya juga berpesan kepada para sopir agar tidak berhenti di jalan tersebut karena sudah ada rambu-rambu yang dipasang.

Sementara untuk orang yang memberikan karcis parkir kepada para sopir, saat ini juga masih dilakukan penelusuran apakah dia berasal dari warga sekitar atau bukan.

"Intinya jalan berhenti di jalan karena sudah adalah larangan dan karcis yang diberikan kepada sopir itu dipastikan bukan dari kita dan pagi tadi kami komunikasi dengan orang dishub ternyata mereka sudah di lokasi," pungkasnya.