Tim Pengabdi UIN Sunan Ampel Lakukan Pendampingan Pemberdayan kepada Komunitas Perempuan di Sumenep

Pendampingan kepada Komunitas Perempuan Hebat di Sumenep.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Tim pengabdi UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan pendampingan pemberdayaan kepada komunitas perempuan, Great Widow Community di Kasengan, Manding, Lenteng, Kabupaten Sumenep. Komunitas ini berisi para janda yang menghidupi anak-anaknya sejak usia muda lewat berbagai usaha salah satunya pembuatan anyaman tas, tisu dan dompet berbahan baku plastik bekas.

img_title 3 Hari Hilang Kontak di Perairan Kangean, KMP Entok dengan 20 ABK belum Ditemukan

Selain itu, para perempuan di komunitas tersebut juga menjalankan usaha menjual sayur mayur, konveksi dan sembako. Dari berbagai usaha tersebut mereka mampu mencukupi kebutuhannya.

Pendiri Great Widow Community, Muhammad Zairi saat ditemui tim Pengabdi UIN Sunan Ampel Surabaya menyebut para perempuan di komunitas ini adalah wanita hebat. Mereka tidak mudah menyerah bahkan lebih kuat dari perempuan yang sudah mapan.

img_title Shifu dan Sahabat

"Bahkan ada anggota komunitas yang memiliki anak 5, tapi mereka bahkan masih mampu membeli tanah di Batuan, ini luar biasa, meskipun nasib tidak diuntungkan karena janda, namun kami adalah komunitas," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 November 2025.

Dwi, salah satu anggota komunitas Great Widow Community mengatakan ia dan kawan-kawannya ingin dianggap sama seperti perempaun pada umumnya. Dwi menginginkan anak-anaknya tumbuh di lingkungan yang bersih.

img_title Kapal Nelayan Lamongan dengan 19 ABK Hilang Kontak di Perairan Kangean Madura

"Kami juga bisa menjadi tulang punggung bagi keluarga," kata Dwi di rumahnyq, Kasengan, Manding, Sumenep.

Tiga kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim pengabdi UINSA dalam memberdayakan komunitas perempuan ini. Pertama, penguatan branding pada produk yang digeluti anggota komunitas dengan mendatangkan Irzak Yuliardi, akademisi sekaligus pengusaha online yang sukses di Jawa Timur.

Irzaq menjelaskan produk yang baik bukan yang mahal, melainkan orang akan takjub saat melihat suatu produk karena belum pernah melihat sebelumnya.

"Lalu, produk tersebut sesuai dengan mode dan kebutuhan market. Jadi, yang pertama adalah tentukan siapa dulu marketnya," jelasnya saat mengisi pelatihan di Posko II, Lenteng, Sumenep.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan fokus kepada pemasaran digital sekaligus pendampingan selama dua hari yakni 14-15 November 2025. Dua fasilitator dihadirkan yakni akademisi Hajar, dan Ahmad Dani secara direktur utama CV Gapura Pustaka.

Pada sesi ini antusiasme peserta mengikuti kegiatan cukup tinggi dibandingkan pada sesi sebelumnya. Dan banyak keluhan dari peserta mengenai pemasaran digital. Salah satunya pemasaran yang kurang didapatkan karena hanya disampai dari mulut ke mulut antar anggota komunitas atau saat ada event dari pemerintah daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title