Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Maut di Kelab Malam Surabaya
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Genteng masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan MRY (24), warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Korban ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka serius di area parkiran sebuah kelan malam di Jalan Simpang Dukuh, Kecamatan Genteng, Surabaya pada Kamis, 27 November 2025, dini hari.
Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Genteng Inspektur Satu Vian Wijaya menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini proses pengejaran masih berlangsung.
"Masih dalam proses pengejaran [pelaku penganiayaan] belum tertangkap," ujarnya singkat, Jumat, 28 November 2025.
Menurut Vian, saat ini penyidik tengah mengumpulkan sejumlah informasi dan rekaman CCTV untuk menelusuri keberadaan pelaku. Tim juga telah bergerak di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu.
Dari keterangan awal yang dihimpun aparat, korban sempat terlibat cekcok dengan beberapa orang saat berada di dalam area kelab malam. Namun polisi belum dapat memastikan apakah pertikaian tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematiannya.
"Belum bisa disimpulkan," kata Vian.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian pada malam tersebut. Keterangan para saksi diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai kronologi yang mengarah pada tindakan penganiayaan terhadap MRY.
Selain itu, polisi juga masih menanti hasil otopsi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Vian menyebut pihaknya belum dapat menentukan apakah luka-luka di tubuh korban berasal dari senjata tajam atau benda tumpul.
"Masih menunggu hasil otopsi," katanya.
Seperti diketahui, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan sekitar pukul 03.30 WIB di area pintu masuk parkiran kelab malam kawasan Genteng, Surabaya.
Pada tubuh MRY ditemukan luka sobek di bagian kepala serta bahu tangan kiri, yang menandakan adanya kekerasan fisik sebelum kematiannya.