IKA PPM dan Rumah Perubahan Dorong Individu Berkebutuhan Khusus Bisa Berkembang
- Istimewa
Jakarta, VIVA Jatim-Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM) mendorong Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) juga berkembang untuk juga bisa bertahan hidup secara mandiri.
IKA PPM menggelar “Go Human” berkonsep series dan berkelanjutan bersama Rumah Perubahan. Puncak acara ini adalah "BOD Meeting" alias "Board of Discussion Bareng Rhenald Kasali & Sunday Market UMKM Individu Berkebutuhan Khusus (IBK), kemarin.
Ketua Umum IKA PPM, David Chandrawan mengatakan seminar ini dikemas dalam konsep ngobrol santai BOD Meeting yang melibatkan ratusan IBK di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Karawang. Mereka, kata David, merupakan para pekerja di McDonald’s Indonesia, PT Angkasa Pura Indonesia dan IBK pelaku usaha UMKM.
“Mereka berkumpul untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mempelajari berbagai cara bertahan hidup dan kerja yang dapat diterapkan dari praktisi dan akademisi ternama,” ujar David dalam keterangan tertulisnya.
David mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu program kerja tanggung jawab sosialnya. Menurutnya setiap Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) memiliki potensi luar biasa.
"Mereka adalah para pejuang sejati yang dengan ketangguhan, kesabaran, dan semangatnya mengajarkan kita arti keberanian yang sebenarnya," ucap David.
David mengungkapkan banyak IBK yang masih menghadapi tantangan besar berupa stigma, diskriminasi, penolakan, serta minimnya kesempatan kerja. Dunia usaha pun kerap berhenti pada program charity sesaat, tanpa menciptakan sistem inklusi yang berkelanjutan.
Melalui gerakan “Kapan Go Human?”, David ingin menghadirkan terobosan baru bahwa keberlanjutan (sustainability) bukan hanya soal Go Green, melainkan juga Go Human.
"Memanusiakan manusia, terutama mereka yang rentan,” ungkap David.
David berharap para IBK dapat mengatasi hambatan, meningkatkan daya saing, dan meningkatkan kinerja bisnis serta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
David menyoroti perlunya ruang ekonomi kreatif yang dapat memberi kesempatan untuk IBK. ini sangat penting untuk membuka booth UMKM guna memamerkan hasil karya, berdagang, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan guru besar ekonomi serta para pelaku industry dan rumah sakit. David berharap IBK bukan hanya sebagai penerima manfaat.