Warga Perumahan di Cerme Tanpa Sambungan Air Bersih, DPRD Rencana Panggil Pengembang

Ketua DPRD Gresik menerima aduan warga perumahan
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Puluhan penghuni salah satu perumahan di Kecamatan Cerme mengadu ke DPRD Gresik tentang keluhan belum adanya sambungan air bersih, padahal sudah satu setengah tahun menghuni perumahan tersebut.

img_title Kekeringan, Rumah Zakat Salurkan 28.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pamekasan

Akibat ketiadaan akses air bersih, warga terpaksa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membeli air tangki. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan penghuni, terlebih karena fasilitas tersebut sebelumnya telah dijanjikan sebagai bagian dari paket pembelian rumah.

Menanggapi aduan dari warga adanya perumahan yang belum teraliri air bersih, Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir menyayangkan sikap pengembang yang dinilai tidak menjalankan kewajibannya tentang saluran air bersih. 

img_title Klarifikasi Polemik Pedagang Semambung, Ketua DPRD Gresik Menghadap BK

Karena itu, setelah mengonfirmasi aduan dari warga tersebut kepada Direktur Utama Perumda Giri Tirta dan memastikan bahwa sejauh ini belum ada pengajuan sama sekali dari pihak pengembang terkait sambungan jaringan air bersih.

“Dari aduan warga, saya sudah cek dan konfirmasi ke Dirut Giri Tirta, dan diketahui memang belum ada pengajuan dari pengembang. Ini sangat disayangkan. Padahal air bersih kebutuhan primer,” ujarnya, Selasa, 2 Desember 2025. 

img_title Transparansi Informasi Hukum DPRD Gresik Berbuah Penghargaan JDIH Terbaik I

Karena itu lanjut Syahrul, DPRD akan memanggil pihak pengembang serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk meminta klarifikasi dan memastikan masalah ini segera diselesaikan. 

“Masalah ini harus segera dituntaskan oleh pengembang agar warga tidak terus dirugikan. Kami (DPRD) akan memanggil pengembang dan OPD terkait,” tegasnya.

Ke depan, Syahrul meminta OPD yang menangani regulasi dan perizinan perumahan untuk memperketat pengawasan terhadap para pengembang. Tujuannya agar kebutuhan vital penghuni, termasuk sambungan air bersih, dapat dipenuhi sesuai komitmen.

“Kasus seperti ini tidak boleh terulang. Pengawasan harus diperkuat agar warga menerima fasilitas sesuai janji saat membeli rumah,” ungkap politikus PKB ini.

Seperti di ketahui pada 28 November lalu perwakilan warga M. Lukman Hakim, bersama koordinator warga Mulyadi wadul ke DPRD Gresik menyebut dari total 246 unit rumah yang dibangun, sekitar separuh sudah dihuni warga. Namun hingga kini, pengembang belum mengajukan pemasangan maupun pembayaran instalasi air bersih ke Perumda Giri Tirta Gresik.

Halaman Selanjutnya
img_title