3 Jurus Jitu Dispendik Jatim agar Lulusan SMK Terserap Industri Global
- Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim β Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dispendik Jatim) menyiapkan tiga langkah strategis dalam mengoptimalkan keterserapan tenaga kerja dari lulusan SMK. Langkah ini disusun seiring tingginya minat dan kebutuhan industri, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Berdasarkan data tahun 2026, sebanyak 3.186 siswa kelas 12 dan 13 siswa SMK diusulkan dalam program Magang Kerja Luar Negeri. Di samping itu, tercatat sebanyak 1.734 lulusan SMK siap berangkat sebagai Pekerja Migran profesional.
Kepala Dispendik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa hampir 5.000 siswa akan masuk pasar kerja global di 11 negara seperti Jepang, Korea, Jerman, Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, China, Bulgaria, Brunei Darussalam dan Taiwan.
Namun, tambahnya, terdapat tantangan peserta didiknya dalam berebut peluang kerja di industri global tersebut. βIni capaian besar, tapi kita harus menyiapkan kompetensi mereka, terutama bahasa,β ujarnya melalui keterangan tertulis. Kamis, 4 Desember 2025.
Strategi pertama adalah memperkuat kerja sama SMK dan industri (link and match) agar pembelajaran sesuai kebutuhan pasar kerja. Strategi kedua yakni percepatan sertifikasi dan pemberian mikro-kredensial sebagai paspor kompetensi lulusan.
Sementara strategi ketiga yaitu memperluas perlindungan serta akses pasar kerja, khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Aries menyebut, sekitar 26β27 persen PMI nasional berasal dari Jawa Timur.
Selain itu, ia menekankan pentingnya karakter dan disiplin kerja. Bahkan, beberapa peserta magang di Jepang pernah dipulangkan karena kurang disiplin.
Dispendik Jatim juga mendorong penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK agar lebih aktif menghubungkan siswa dengan dunia kerja. Kurikulum pun diminta terus disesuaikan dengan perkembangan industri.
"Kita bersama-sama berkomitmen dalam menggenjot keterserapan tenaga kerja dari lulusan SMK. Maka itu saya harapkan kurikulum harus terus di update sesuai industri. Sekolah juga harus memberikan penanaman budaya kerja profesional serta literasi digital dan literasi etik kerja. Ini penting untuk bekal anak-anak kita," pungkasnya.
Terkait itu, di acara sarasehan Dispendik Jatim menandatangani MoU dengan sejumlah perusahaan, seperti Archipelago International, K24, Charoen Pokphand, United Tractors, dan Indonesia Fashion Chamber.
Laporan: Rachmad Fahrizal Tito/Surabaya