Inisiator Hari Santri Beri Tongkat Zaitun ke Gus Kikin Untuk Damaikan PBNU

Gus Kikin (Putih) Menerima Tongkat Zaitun dari Gus Thoriq.
Sumber :
  • Uki Rama/VIVA Jatim

Malang, VIVA Jatim-Inisiator Hari Santri Nasional KH Thoriq Bin Ziyad berharap polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera selesai. Dia mendorong proses islah untuk kubu-kubu yang ada di PBNU demi kemaslahatan umat dan warga Nahdliyin.

img_title Blusukan Jelang Muktamar ke 35, Gus Salam Mengaku Sudah Galang Dukungan 22 Pengurus Wilayah NU

Gus Thoriq sendiri telah bertemu dengan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin di rumahnya di lingkungan Pondok Pesantren Babussalam Desa Banjarejo, Pagelaran, Kabupaten Malang pada Jumat, 5 Desember 2025 kemarin.

"Mendamaikan itu tugas yang mulia, jangan sampai konflik internal PBNU menjadi konflik yang meluas di ummat. Jangan sampai dengan berlarutnya konflik, akan semakin membuat NU keluar dari pondasi awal pembentukkan organisasi ini. Sebab NU dibentuk sebagai benteng aqidah bagi umat," kata Gus Thoriq, Minggu, 7 Desember 2025.

img_title Forbes NU Kritik Arah Diplomasi Global PBNU, Nilai Jauh dari Kepentingan Nahdliyyin

Dalam pertemuan tersebut, Gus Thoriq menghadiahi Gus Kikin yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sebuah tongkat komando yang terbuat dari Kayu Zaitun. Tongkat komando sepanjang 45 centimeter tersebut, dibuat oleh Santri Ponpes Salafiyah Babussalam.

Pemberian tongkat komando dari pohon Zaitun pada Gus Kikin sebagai penanda agar seluruh konflik internal dalam tubuh PBNU, segera terselesaikan dengan baik. Tongkat komando yang sudah diberi asma' tersebut, dibuat selama satu minggu.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

Kayu itu berasal dari 12 pohon zaitun di lingkungan Ponpes Babussalam. Rata rata pohon Zaitun tersebut berumur 7 hingga 10 tahun dan tumbuh subur di halaman pondok pesantren.

"Mudah-mudahan tongkat komando ini mampu mendamaikan PBNU. Karena sejatinya pohon zaitun adalah alat pemersatu perbedaan seperti yang terjadi diwilayah Syam (Jordania, Syiria, Palestina dan Lebanon)," kata Gus Thoriq.

Gus Thoriq juga mengisyaratkan pemberian tongkat yang serupa dari Syaikhona Kholil Bangkalan pada KH Hasyim Asyari ketika membentuk organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama.

"Dalam firman-nya Allah SWT bersumpah menggunakan buah tin dan pohon zaitun. Semoga melalui tongkat komando ini, Gus Kikin bisa menjadi penengah dan mendamaikan konflik internal dalam PBNU," tuturnya.

Gus Thoriq bergarap pertemuan Kiai sepuh di Ponpes Tebuireng Jombang mampu menuntaskan persoalan yang ada saat ini. Dia menyebut NU harus bisa mewadahi pluralitas sekaligus menjadi payung besar bagi seluruh umat.

Halaman Selanjutnya
img_title