Inisiator Hari Santri Beri Tongkat Zaitun ke Gus Kikin Untuk Damaikan PBNU

Gus Kikin (Putih) Menerima Tongkat Zaitun dari Gus Thoriq.
Sumber :
  • Uki Rama/VIVA Jatim

"Kami berharap pertemuan siang hari ini di Tebuireng memunculkan seluruh kebaikan. Gus Kikin bisa mengislahkan konflik di PBNU. NU harus bisa mewadahi plularitas sekaligus menjadi payung besar bagi seluruh umat yang heterogen, dan terutama umat Islam," tuturnya.

img_title Forbes NU Kritik Arah Diplomasi Global PBNU, Nilai Jauh dari Kepentingan Nahdliyyin

Gus Thoriq berharap, melalui tongkat komando dari pohon Zaitun, dirinya menyakini Gus Kikin bisa menjadi pemersatu seluruh konflik internal di PBNU.

"Gus Kikin ini kan cicitnya KH Hasyim Asyari ya, kemarin kami juga berbincang bahwa PBNU menjadi kekuatan besar di Indonesia karena ada tiga momentum. Pertama, kemenangan awal sebagai partai politik di era orde lama, kedua penumpasan paham komunisme serta ketiga munculnya Hari Santri Nasional yang kita peringati setiap tahunnya," kata Gus Thoriq.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

Gus Thoriq berharap seluruh konflik internal di PBNU segera berakhir. Tongkat komando dari Zaitun, sebagai perlambang agar PBNU semakin bercahaya ditengah mewadahi seluruh kepentingan umat di Indonesia.

"Zaitun adalah pohon cahaya. Cahaya keilmuan dan cahaya zikir. Sehingga kekuatan jahat apapun yang terjadi dalam tubuh PBNU, semoga bisa sirna dengan hadir cahaya keilmuan dan zikir," tegasnya.

img_title PBNU Survei 9 Pesantren Calon Lokasi Muktamar NU Ke-35, Ada Lirboyo

Gus Thoriq mengaku menunggu kedatangan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf ke Malang.

"Saya menunggu Gus Yahya ke Malang. Bagaimanapun juga sumbangsih Gus Yahya untuk NU cukup besar. Meski saat ini terjadi konflik internal di PBNU," kata Gus Thoriq.

Sebelumnya Kiai sepuh NU melakukan pertemuan di Ndalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng Jombang. Gus Kikin selaku tuan rumah mengundang langsung KH Said Aqil Siroj, KH Nurul Huda Djazuli, KH Muhammad Nuh. KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam dari Denanyar Jombang, Gus Kautsar, dari Ploso, Kediri. Serta KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus dari Rembang.

Laporan UKI Rama/VIVA Jatim