Bermain di Sungai, Bocah 14 tahun Hilang Terbawa Arus Deras Sungai Mas dari Krian Sidoarjo Menuju Surabaya

Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian.
Sumber :
  • Viva Jatim/Ahaddiini HM

Sidoarjo, VIVA Jatim – Seorang bocah hanyut dan hilang terbawa arus sungai Mas saat bermain air di tepian sungai di Dusun Jrebeng Desa Sidomulyo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.

img_title Pelajar SMA Hilang Tinggalkan Motor di Jembatan Ngujur Magetan Tewas Tenggelam

Menurut keterangan salah satu warga, Putra, bocah tersebut bernama Ferdinand Junior Ilot usia 14 tahun kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kejadiannya dari Sabtu kemarin sekitar pukul 13.50 WIB, anak ini main air sama 3 temannya, cari kerang air tawar di kawasan perbatasan sungai Sidoarjo–Gresik ini," ucapnya kepada VIVA Jatim, Senin 8 Desember 2025.

img_title Korban Hilang Kontainer Runtuh di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ditemukan Meninggal

Ia melanjutkan, ketiga temannya telah berusaha menolong dengan menarik tubuh korban serta memberikan sebatang bambu sebagai alat pegangan. Namun arus deras semakin menghanyutkan bocah tersebut hingga tak terlihat lagi.

"Teman-temannya udah nolong, tapi arus terlalu deras, akhirnya kebawa arus itu, sampai sekarang belum ketemu," terangnya.

img_title Gunakan Heli AS365 N3+ Dauphin HR 3601, Kabasarnas Pimpin Pantau Udara Arus Libur

Komandan Tim Pencarian, Basarnas Surabaya, Andy Pamuji mengungkapkan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, TNI, Polri, serta relawan setempat dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

"Tim gabungan menggunakan perahu karet, pelampung, serta alat pencari lainnya guna menyisir aliran sungai Mas," kata dia.

Ia mengungkapkan pencarian dilakukan menyusuri aliran sungai dari titik lokasi sejauh hingga mendekati jembatan Karangpilang, Surabaya.

"Arus sungai menjadi kendala pencarian, karena ada penyusutan debit air yang membuat arus air semakin deras," terangnya

Selain penyisiran di permukaan, tim gabungan juga terus melakukan pengamatan tepi sungai yang diperkirakan menjadi titik kemungkinan korban tersangkut.

"Pencarian akan terus dilakukan dengan sistem metode pencarian dari bawa naik ke atas. Dan dilanjutkan kembali esok hari apabila korban belum ditemukan," pungkas Andy.