Komplotan Maling Tabung Elpiji dan Telur Bebek di 4 TKP Mojokerto Diringkus, Dua Masih Buron
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Satreskrim Polres Mojokerto meringkus komplotan maling tabung gas elpiji dan telur bebek beraksi di empat tempat kejadian perkara (TKP) wilayah Mojokerto. Kini, dua dari lima pelaku berstatus buron.
Dalam aksinya di empat lokasi, para pelaku menggasak 388 tabung elpiji dan 2.400 telur. Mereka adalah SP (43), warga Desa Mergosari, Tarik, Sidoarjo, DZ (33), asal Desa Mojosulur, Mojosari, Mojokerto, NT (49), warga Desa Talangagung, Kepanjen, Malang, serta FAP dan MN.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Ipda Sukron Makmun mengatakan, timnya lebih dulu menangkap SP dan DZ di Desa Mergosari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo pada Sabtu, 6 Desember 2025 sekitar pukul 22.00 WIB.
Dari hasil pengembangan, satu pelaku lain turut dibekuk di sebuah kos Desa Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang. Yakni pria berinisial NT.
Sedangkan pelaku FAP dan MN berhasil kabur. Keduanya telah ditetapkan sebagai DPO.
"Para pelaku mencuri di 4 TKP, yaitu 338 tabung elpiji 3 Kg dan 2.400 butir telur bebek," kata Sukron, Senin, 8 Desember 2025.
Sukron menyebut, komplotan maling ini beraksi di empat TKP. TKP pertama, mereka menggasak 70 tabung elpjii 3 Kg di toko milik Romlan (40) di Dusun Karangwungu, Desa Kenanten, Puri, Mojokerto pada Rabu, 17 September 2025 dini hari.
TKP kedua, mereka beraksi di toko milik Abd Khoir Maskusin (40), warga Dusub Lontar, Desa Kebondalem, Mojosari, Mojokerto pada Selasa, 14 November 2025. Di TKP kedua ini, SP, NT, FAP dan MN mencuri 100 tabung elpiji 3 Kg.
Kemudian, DZ beraksi bersama NT, SP dan FAP dengan membobol toko sembako milik Moh Wahyudi (36) di Dusun/Desa Mojorejo, Pungging, Mojokerto pada Senin, 10 November 2025. Mereka membawa kabur 168 tabung elpiji Kg.
Terakhir, SP, NT, FAP dan DZ mencuri di sentra peternakan bebek, Desa Modopuro, Mojosari, Mojokerto pada Jumat, 28 November 2025. Saat beraksi, mereka terekam CCTB mengendarai mobil Toyoya Calya. Mereka berhasil membawa kabur 2.400 butir telur bebek.
"Modus mereka menutup kamera CCTV di TKP menggunakan lakban," kata Sukron.
Selain tiga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, mobil Toyoya Calya nopol W 1817 OT dan Toyoya Veloz nopol W 1170 XU, 1 gunting besi, 4 kubut, 1 tang, 1 tiang untuk menutupi kamera CCTV, pakaian para pelaku, serta 2 ponsel pintar.