Pembangun Infrastruktur Kabupaten Mojokerto Capai 34,819 Km Selama 2025
- VIVA Jatim/M Lutfi Hermansyah
“Hasilnya, setelah bergerak satu tahun berdampak dibawa kepemimpinan Gus Bupati, pemkab berhasil membangun jalan sepanjang 34,819 km dengan lebar 4,5-10 meter,’’ terang Anik.
Proyek jalan itu terbagi atas konstruksi aspal, sepanjang 17,631 km pada 10 lokasi dan konstruksi beton sepanjang 17, dan 118 km di 19 lokasi.
“Sedangkan pembangunan dan rekontruksi jembatan pada 6 lokasi dengan lebar 6-8 meter panjang total 155 meter,’’ tambahnya.
Tuntasnya pembangunan ini diharapkan menambah status kondisi mantap (baik dan sedang) sepanjang 970.207 km atau 83,18 persen yang tercatat di akhir 2024.
Belum lagi infrastruktur drainase, setidaknya tahun ini ada 14 lokasi pembangunan saluran sepanjang 9,118 km. Sebaliknya, untuk upaya pemeliharaan saluran sepanjang 13 km.
Sedangkan pada infrastruktur gedung, pemkab berhasil merehabilitasi 10 perkantoran. Begitu juga dengan infrastruktur sumber daya air (SDA) juga menjadi prioritas pembangunan.
“Sepanjang 2025 ini kami berhasil merehabilitasi 5 bendung dan saluran irigasi sepanjang 968,5 meter di 7 lokasi. Termasuk pemeliharaan 748,05 meter dan memasang 11 titik pintu air, hingga menormalisasi saluran irigasi dan sungai untuk antisipasi banjir sepanjang 24,3 km di 35 desa,’’ jelasnya.
Tak sekadar pembangunan, melalui pelayanan perizinan persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat laik fungsi (SLF), dinas PUPR juga berhasil sumbang PAD hingga miliaran rupiah.
“Dari 223 perizinan yang diterbitkan sepanjang 2025, PAD yang masuk sebesar Rp 8,2 miliar,’’ tandasnya.
Selanjutnya, di tahun berjalan, DPUPR melalui pelayanan perizinan tata ruang kaitannya dengan Keterangan Rencana Kota (KRK) dan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) juga terbit 215 dokumen KRK dan 337 dokumen PKKPR.
Di sisi lain, Dinas PUPR juga memiliki tanggung jawab melakukan edukasi pembinaan konstruksi. Tahun ini sudah melaksanakan bimtek terkait jasa konstruksi sebanyak 6 kali dengan total sasaran 678 peserta. Mulai dari penyedia jasa konstruksi, siswa SMK, perangkat desa, dan organisasi daerah yang terkait dengan jasa konstruksi.
“Alhamdulillah langkah-langkah pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian dan program Pemkab Mojokerto, setahun ini memberikan azas manfaat bagi masyarakat secara luas,’’ kata Anik.
Dari berbagai program yang digeber ini, mampu menunjukkan dampak bagi peningkatan konektivitas, peningkatan kualitas kesehatan, dan permukiman. Termasuk peningkatan indeks pertanaman dan mendukung ketahanan pangan nasional.