Remaja di Lamongan Tengelam di Waduk Saat Berenang Bersama 10 Temannya

Proses Pencarian korban tenggelam.
Sumber :
  • Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim-Seorang remaja berinisial AS dilaporkan tenggelam di waduk, Dusun Petiyin, Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, pada Rabu 10 Desember 2025.

img_title Sempat Dinyatakan Hilang, Lansia 98 Tahun di Gresik Ditemukan Tewas di Sumur

Korban tenggelam saat berusaha menyebrangi waduk bersama 10 orang temannya. Kini Polsek Solokuro bersama Tim Rescue Sat Polairud Polres Lamongan, BPBD Lamongan, serta warga sekitar tengah melakukan pencarian terhadap remaja berusia 19 tahun itu.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA Hamzaid mengatakan, peristiwa tenggelamnya korban itu berawal saat korban bersama 10 orang rekannya sedang berenang di area waduk pada pukul 10.00 pagi.

img_title Seorang Pengendara Motor di Lamongan Tertabrak Kereta Api Usai Terobos Perlintasan Berpalang

Saat tengah berenang bersama teman-temannya, korban kemudian memisahkan diri dan berusaha menyeberang waduk dari sisi timur menuju barat. Namun naas saat berada di tengah, korban tiba-tiba hilang dan tenggelam.

"Korban AS awalnya berenang bersama teman-temannya. Namun kemudian korban memisahkan diri dan berusaha menyeberang dari sisi timur saat di tengah waduk korban tenggelam," kata Hamzaid.

img_title Motor Perempuan di Lamongan Dibawa Kabur Pria yang Baru Dikenal dari Aplikasi Pertemanan

Korban tenggelam pada pukul 11.30 WIB. Setelah hilang, warga sekitar berusaha mencari keberadaan korban, namun pencarian itu tak membuahkan hasil. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Solokuro. Menerima laporan itu, Tim Rescue Sat Polairud Polres Lamongan bersama Polsek Solokuro segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Hingga kini, lanjut Hamzaid, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan metode penyisiran permukaan waduk dan pemantauan di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik korban tenggelam.

"Polres Lamongan mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di area waduk atau perairan terbuka, mengingat risiko bahaya yang dapat terjadi secara tiba-tiba," pungkasnya.