Menteri Transmigrasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Sains dan Teknologi di Indonesia

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman di ITS Surabaya.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Surabaya, VIVA JatimMenteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi baru berbasis keilmuan dan teknologi di Indonesia.

img_title Panen Kelapa tak Perlu Bertaruh Nyawa, ITS Hadirkan Motor Panjat Pohon Mocits

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Seminar dan Kongres V Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Kamis 11 Desember 2025.

Kegiatan dari FDGBI ini menaungi para guru besar dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka menjembatani dan meningkatkan aktivitasnya. Kali ini, Kementerian Transmigrasi RI datang memberikan ruang diskusi bersama para tokoh akademik di dalamnya. 

img_title Kakak Tangguh Jadi Senjata LLDIKTI VII Jatim Cetak SDM Unggul Indonesia Emas 2045

Dari agenda kegiatan tersebut, selain pemaparan dari para pakar dan diskusi bersama serta pergantian kepengurusan FDGBI, juga dilakukan peresmian program Golden Ticket masuk ITS bagi pelajar berprestasi di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta pembacaan Deklarasi Surabaya.

Sebagai pembicara utama, Menteri Transmigrasi yang akrab disapa Iftitah tersebut menyampaikan bahwa bonus demografi dan kebutuhan akan lapangan kerja menjadi salah satu kendala utama di Indonesia saat ini.

img_title Profesor ITS Ubah Limbah Aluminium Jadi Listrik Ramah Lingkungan

"Guna mengatasi hal tersebut, program transmigrasi memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini bisa diwujudkan melalui pembentukan pusat-pusat ekonomi baru untuk seluruh daerah di Indonesia,” paparnya.

Dia menekankan bahwa partisipasi dari perguruan tinggi menjadi jantung untuk desain masa depan yang dibangun tersebut. Ia berharap agar keilmuan dapat diimplementasikan dalam bentuk pengabdian, sehingga transmigrasi berkelanjutan bisa diwujudkan secara ilmiah. 

Program Transmigrasi Patriot yang digagasnya pun telah menjadi bentuk sinergi perguruan tinggi dalam mendedikasikan ilmu dan teori melalui Tim Ekspedisi Patriot. Sejalan dengan program tersebut, Iftitah mengapresiasi penuh adanya program golden ticket dari ITS untuk anak-anak di kawasan 3T. 

"Program golden tiket ini diharapkan dapat mendukung anak-anak dari kawasan transmigran melalui pemberian pendidikan yang berkualitas. Ke depannya, ia juga mendorong adanya diskusi lebih lanjut dalam mengoptimalkan program tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyinggung kondisi Indonesia yang tengah berada di ambang Indonesia Emas 2045. Untuk dapat tetap mencapai hal tersebut, Indonesia tidak hanya dapat bertumpu di Pulau Jawa, sehingga transmigrasi menjadi salah satu kunci utama.

Halaman Selanjutnya
img_title