Pemilik Truk Solar Terguling Bakal Didatangi Polres Tulungagung Jika Mangkir 2 Kali Pemanggilan
- Viva Jatim/Madchan Jazuli
Tulungagung, VIVA Jatim – Kasus truk pengangkut solar diduga subsidi terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung pada 28 November 2025 silam masih belum menemui titik terang. Polisi masih akan memanggil kedua kali pihak pemilik dari PT LBB.
Kasatreskrim Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Ryo Pradana mengungkapkan sudah melaksanakan pemanggilan dua kali. Apabila PT LBB mangkir kedua kali, pekan depan polisi akan datang ke Surabaya.
"Saat ini masih proses, ini panggilan ke dua. Nanti akan kita datangi kalau tidak koperatif," ujar AKP Ryo Pradana saat dikonfirmasi, Senin, 15 Desember 2025.
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari laboratorium dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS. Seharusnya tidak lama lagi hasil pengujian akan keluar setelah 14 hari setelah pada 29 November 2025 kemarin sampel diambil.
"Selain menunggu kehadiran Pemanggilan kedua, kami masih menunggu balasan laboratorium (LEMIGAS)," paparnya.
Sementara untuk H, yang diduga sebagai perantara, AKP Ryo mengatakan yang bersangkutan belum datang juga ke Polres Tulungagung. Status masih dalam proses lidik untuk mencari kebenaran solar tersebut subsidi atau bukan.
"Belum dateng. Prosesnya lidik masihan," ulasnya.
AKP Ryo melanjutkan dan mengingatkan kembali kepada yang bersangkutan untuk hadir memenuhi panggilan kedua di Mapolres Tulungagung. Jika tidak, Minggu depan penyidik Polres Tulungagung akan ke Surabaya.
"Kalau minggu ini (pemanggilan kedua) tidak datang. Minggu depan (penyidik kesana)," tandasnya.
Sebagai informasi, awal mula truk terguling pada Jum'at pagi sekitar 06.00 WIB menemui kejanggalan. Beberapa diantaranya sang sopir menghilang, dan menurut keterangan polisi adalah sopir dibantu warga untuk sangkal putung (berobat menata tulang dislokasi).
Selain itu, plat nomor kendaraan truk tersebut tidak sesuai dengan yang berada di STNK. Tidak berhenti disitu, body truk pengangkut solar sama sekali tidak mencantumkan nama perusahaan. Pun juga warna truk dirubah dari kuning menjadi biru putih.