Pemkot Surabaya Siapkan Lahan untuk Bangun Rusun Baru
- Pemkot Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan lahan baru untuk pembangunan rumah susun (Rusun) baru. Rencana tersebut telah diajukan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Dalam skema yang direncanakan, Pemkot Surabaya akan menyediakan lahan. Sementara pembangunan fisik diharapkan dapat dikerjakan oleh Kementerian PKP.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan usulan pembangunan rusun tersebut masih dalam tahap perhitungan dan kajian mendalam, termasuk terkait bentuk dan skema pengelolaannya.
"Rusun ini memang kita usulkan ke Kementerian, untuk kalau bisa dikerjakan oleh kementerian. Karena kita di pemerintah kota itu menyediakan tanahnya disampaikan ke kementerian (PKP) yang membangun nanti Kementerian. Jadi kita masih berhitung," ujar Eri dalam siaran persnya.
Menurutnya, Pemkot Surabaya harus berhati-hati dalam menentukan konsep rusun. Terutama jika menggunakan skema rumah susun sewa (rusunawa), karena beban pemeliharaan sepenuhnya berada di pemerintah daerah.
"Terkait rusun ini kita harus benar-benar bisa menghitung karena rusun ini nanti bentuknya seperti apa. Kalau rusunawa maka bebannya ada di pemerintah. Nah itu nanti kita atur aturan-aturan mainnya," ujarnya.
Eri juga mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan survei lapangan sebagai langkah awal sebelum Pemkot menyampaikan usulan lahan kepada Kementerian PKP sekaligus menerima arahan teknis lebih lanjut.
"Jadi kemarin survei sampai sejauh itu dulu. Sambil kita nanti menyampaikan usulan tanah ke kementerian sekaligus nanti kementerian akan memberikan arahan ke kita," tuturnya.
Terkait target waktu, Eri menyebut rencana pembangunan rusun tersebut akan diusulkan masuk pada tahun 2026, dengan catatan masih menunggu kejelasan aturan dan mekanisme pengelolaan.
"Kita masukkan ke 2026 ya. Tapi nanti kita lihat dulu bagaimana aturan mainnya," imbuhnya.
Ia juga menyinggung kondisi rusunawa milik Pemkot Surabaya. Menurut dia, Rusunawa milik pemkot saat ini mengalami berbagai persoalan akibat kurangnya perhatian perawatan dari para penghuni.
"Kalau Rusunawa sekarang yang kita punya, lihat itu semuanya wes gak karu-karuan kabeh (kondisinya tidak nyaman) karena mereka (penghuni) gak mau merawat. Kalau tidak mau merawat, jadinya ya seperti itu, kotornya," ungkap dia.