Gubernur Khofifah di Festival TIK Jatim: AI hanya Alat Bantu, Kunci Utama Peran Guru
- Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada guru dan murid berprestasi dalam ajang Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jawa Timur Tahun 2025. Pada kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence atau AI hanya alat bantu, sementara peran guru adalah kunci utama.
Khofifah menegaskan bahwa Festika menjadi ruang strategis dalam akselerasi transformasi pendidikan Jawa Timur di era digital. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam forum ini juga menjadi fondasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, unggul, dan berdaya saing global di Jatim.
Meski demikian, lanjut Khofifah, peran guru dalam membentuk karakter murid tidak bisa digantikan TIK. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peran guru tetap menjadi kunci utama dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa.
Khofifah berpendapat, AI dan teknologi hanyalah alat bantu. Sementara nilai, karakter, dan kepekaan dalam mendidik tetap berada di tangan guru. "AI dan teknologi merupakan sebuah tools atau alat, sedangkan guru adalah behind technology yang memiliki nilai dan karakter yang kuat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Desember 2025.
Khofifah mengingatkan bahwa guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, panutan yang menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus selalu berpijak pada nilai-nilai karakter dan etika yang kuat.
"Makin tinggi sebuah ilmu maka penyampaiannya harus semakin mudah difahami dalam penyampaiannya," imbuhnya.
Khofifah pun berpesan agar pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan tidak ditempatkan sebagai teknologi yang bebas nilai. Sebab, pendidikan tidak berada dalam ruang hampa. Sehingga digitalisasi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, etika, dan kepribadian peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga melaunching buku “Bukan Guru Biasa (Coretan Sang Juara Guru Sobat Teknologi 2025 Provinsi Jawa Timur)” sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan dedikasi guru-guru penggerak digital.
Buku ini menghadirkan potret perjalanan 22 Guru Sobat Teknologi Jawa Timur dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Di tengah keterbatasan sarana, kesenjangan literasi teknologi serta perubahan yang semakin cepat para guru menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi di ruang kelas masing masing.