Para Kiai Sepuh NU bakal Kumpul Lagi di Lirboyo, Tak Bosan Ajak Keutuhan Jam’iyah

Suasana Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Kediri, VIVA Jatim – Para Mustasyar dan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan melakukan pertemuan kembali pada Minggu, 21 Desember 2025. Bertempat di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, forum tersebut adalah upaya ke sekian kali para kiai sepuh NU untuk mengademkan suasana di tengah gejolak tak berkesudahan yang terjadi di internal PBNU.

img_title Meluruskan Mesin Ekonomi Negara: Kritik atas Dividen BUMN dan Ikhtiar Kemandirian Umat Bersama NU

Poster tentang pertemuan mustasyar dan kiai sepuh NU tersebut sudah beredar luas di media sosial sejak beberapa hari lalu. bunyinya: Mustasyar dan Sesepuh Nahdlatul Ulama Memanggil. Forum itu disebut-sebut sebagai tindak lanjut dari pertemuan serupa sebelumnya di Ponpes Ploso Kediri dan Ponpes Tebuireng Jombang.

Juru bicara Ponpes Lirboyo KH Abdul Mu’id Shohib atau Gus Muid mengatakan, pertemuan tersebut dijadwalkan digelar pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB. Temanya ialah Musyawarah Kubro untuk Keutuhan NU. 

img_title Blusukan Jelang Muktamar ke 35, Gus Salam Mengaku Sudah Galang Dukungan 22 Pengurus Wilayah NU

"Pertemuan itu bisa membuahkan poin-poin maklumat untuk menjaga dan terus meneguhkan keutuhan jam'iyah. Namun secara spesifik tentu nanti alamiah, mengikuti apa yang muncul di forum," kata Gus Muid kepada VIVA Jatim, Kamis, 18 Desember 2025.

Peserta forum yang diundang ialah semua jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PBNU, pimpinan Banom PBNU, Syuriyah dan Tanfidziah PWNU se-Indonesia, PCNU se-Indonesia, PCINU sedunia, dan para masyayikh dan pengasuh pondok pesantren.

img_title Forbes NU Kritik Arah Diplomasi Global PBNU, Nilai Jauh dari Kepentingan Nahdliyyin

Tentu saja, lanjut Gus Muid, tidak semua yang diundang bakal hadir dengan alasan masing-masing. Karena itu pihak Lirboyo menyediakan ruang daring. “Bagi yang tidak hadir bisa mengikuti melalui Zoom," ujarnya.

"Kita sangat berharap hadir secara fisik untuk membersamai para masyayikh,” imbuhnya.

Seperti diketahui, gejolak tak berkesudahan terjadi di lingkaran elit PBNU. Gejolak bermula dari terbitnya Risalah Rapat Harian Syuriah yang pada intinya memutuskan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan pelanggaran karena mengundang akademisi pro Zionis Israel sebagai narasumber Akademi Kepemimpinan Nasional NU.

Risalah tersebut ditindaklanjuti Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan beberapa jajaran Syuriah PBNU dengan memberhentikan Gus Yahya dari jabatannya sebagai Ketum PBNU, lalu menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.

Tentu saja Gus Yahya melawan karena menilai langkah Syuriah tersebut menyalahi AD/ART NU. menurut Gus Yahya dan pendukungnya, Ketum PBNU hanya bisa diberhentikan lewat muktamar.

Halaman Selanjutnya
img_title