Musyawarah Kubro Lirboyo soal Konflik PBNU: Islah atau Muktamar Luar Biasa
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Poin keempat, tambah Pengasuh Pondok Pesantren Assalamah itu, jika kewenangan tersebut juga tidak diserahkan kepada Mustasyar, maka Musyawarah Kubro bersepakat untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB).
Gus Muid menuturkan, MLB tersebut akan digelar melalui penggalangan dukungan 50 persen + 1 PWNU dan PCNU, yang diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum keberangkatan kloter pertama jemaah haji tahun 2026.
"Kepanitiaan MLB disusun oleh dan dari unsur PWNU dan PCNU, dengan melibatkan unsur internal NU yang dipandang perlu," tandasnya.
Musyawarah Kubro Mustasyar PBNU dan Kiai Sepuh di Lirboyo Kediri.
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Untuk diketahui, Musyawarah Kubro Lirboyo dihadiri sejumlah Mustasyar PBNU, kiai sepuh, Syuriah, Tanfidziyah, dan perwakilan PWNU, PCNU, dan PCINU. Para kiai yang hadir di antaranya KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Ma’ruf Amin (secara daring), KH Said Aqil Sirodj, Prof Muhammad Nuh Addawami, dan KH Zaki Mubarok.
Hadir pula KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Gus Ulil Abshar Abdalla, dan lainnya. Sementara Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar yang semula dikabarkan akan hadir, tidak tampak di lokasi maupun secara daring. Pun demikian dengan Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa, juga tidak hadir.
Berdasarkan data dari panitia, total peserta Musyawarah Kubro Lirboyo yang hadir sebanyak 601 orang hadir secara langsung dan 546 orang hadir secara daring. Peserta merepresentasikan 308 PWNU dan PCNU se Indonesia dan PCINU.