Musyawarah Kubro Lirboyo soal Konflik PBNU: Islah atau Muktamar Luar Biasa

Musyawarah Kubro Mustasyar PBNU dan Kiai Sepuh di Lirboyo Kediri.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Kediri, VIVA Jatim – Forum Mustasyar PBNU dan Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) bertajuk Musyawarah Kubro yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Minggu, 21 Desember 2025, menghasilkan beberapa poin penting. Singkatnya, forum meminta dua kubu berselisih di PBNU agar segera islah atau, kalau islah tidak tercapai, maka Muktamar Luar Biasa (MLB) NU segera digelar.

img_title Gus Fiqi soal Polemik PAN Vs Ansor Jatim: Ingat, Jaga Sejarah dan Transparansi

Hasil keputusan Musyawarah Kubro Lirboyo adalah, pertama, menyerukan agar kubu Rais Aam dan Ketum PBNU segera melakukan islah selambat-lambatnya tiga hari sejak Musyawarah Kubro Lirboyo digelar. Kedua, bila islah tidak terjadi, maka diberi waktu satu hari untuk menyerahkan pelaksanaan muktamar kepada Mustasyar PBNU.

Ketiga, apabila islah dan penyerahan pelaksanaan muktamar tak juga dilakukan, maka mandat muktamar dicabut. Keempat, PWNU-PWNU diserahi tugas untuk menggalang PCNU-PCNU untuk mengusulkan Muktamar Luar Biasa (MLB). Kelima, pelaksanaan muktamar ditetapkan pada bulan Syawal sebelum pemberangkatan jemaah haji.

img_title Kiai Imjaz Ungkap 5 Alasan Utama Kiai Miftachul Akhyar Terpilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU

Juru bicara Musyawarah Kubro Lirboyo, KH Abdul Mu’id Shohib atau Gus Muid mengatakan, musyawarah digelar sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kian meruncingnya konflik di internal PBNU dan dinamika yang menyertai. 

“Meskipun telah dilakukan berbagai ikhtiar islah melalui forum para masyayikh dan sesepuh NU, termasuk musyawarah di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan Pesantren Tebuireng, Jombang [namun konflik tak redam]," ujar Gus Muid.

img_title Ansor Jatim Sentil PAN soal Partai Anak Nahdliyin, Ini Kata Dosen FISIP Unair

Karena itu, lanjut dia, setelah mencermati jajaran Mustasyar PBNU, Kiai Sepuh NU, serta pandangan dari para PWNU, maka Musyawarah Kubro Lirboyo menelurkan menyampaikan seruan dan taujihat, pertama, konflik internal PBNU yang tak berkesudahan meruntuhkan marwah dan wibawa NU, sehingga berpotensi menggerus kepercayaan umat terhadap NU.

Karena itu, papar Gus Muid, Musyawarah Kubro Lirboyo meminta Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya segera melakukan islah, selambat-lambatnya 3 hari sejak Musyawarah Kubro Lirboyo digelar. 

"Poin ketiga, jika islah belum bisa dilaksanakan, Musyawarah Kubro meminta kepada kedua pihak untuk menyerahkan kewenangan dan kepercayaan kepada Mustasyar PBNU, yaitu guna menyelenggarakan Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026, dalam waktu 1 × 24 jam setelah berakhirnya tenggat waktu islah," ulasnya.

Poin keempat, tambah Pengasuh Pondok Pesantren Assalamah itu, jika kewenangan tersebut juga tidak diserahkan kepada Mustasyar, maka Musyawarah Kubro bersepakat untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB).

Gus Muid menuturkan, MLB tersebut akan digelar melalui penggalangan dukungan 50 persen + 1 PWNU dan PCNU, yang diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum keberangkatan kloter pertama jemaah haji tahun 2026.

"Kepanitiaan MLB disusun oleh dan dari unsur PWNU dan PCNU, dengan melibatkan unsur internal NU yang dipandang perlu," tandasnya.

Musyawarah Kubro Mustasyar PBNU dan Kiai Sepuh di Lirboyo Kediri.

Photo :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Untuk diketahui, Musyawarah Kubro Lirboyo dihadiri sejumlah Mustasyar PBNU, kiai sepuh, Syuriah, Tanfidziyah, dan perwakilan PWNU, PCNU, dan PCINU. Para kiai yang hadir di antaranya KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Ma’ruf Amin (secara daring), KH Said Aqil Sirodj, Prof Muhammad Nuh Addawami, dan KH Zaki Mubarok.

Hadir pula KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Gus Ulil Abshar Abdalla, dan lainnya. Sementara Rais Aam NU KH Miftachul Akhyar yang semula dikabarkan akan hadir, tidak tampak di lokasi maupun secara daring. Pun demikian dengan Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa, juga tidak hadir. 

Berdasarkan data dari panitia, total peserta Musyawarah Kubro Lirboyo yang hadir sebanyak 601 orang hadir secara langsung dan 546 orang hadir secara daring. Peserta merepresentasikan 308 PWNU dan PCNU se Indonesia dan PCINU.