Viral BBM Jenis Pertalite Bercampur Air di Lamongan, Polisi Turun Tangan

Petugas mendatangi SPBU Viral.
Sumber :
  • Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim-Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pelanggan mengeluhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite tercampur air viral di media sosial, pada Selasa 23 Desember 2025, malam.

img_title Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi UB Nilai Solusi Tekan Impor Minyak

Dalam unggahan video yang beredar para pelanggan nampak mendatangi SPBU tersebut sambil menunjukkan BBM yang bercampur air.

Belakangan diketahui BBM bercampur air itu diketahui berada di SPBU 54.622.05 Banaran, Jalan Raya Babat–Bojonegoro, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

img_title Gudang Besi Tua di Lamongan Ludes Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid saat dikonfirmasi VIVA membenarkan kejadian tersebut. Usai video beredar, polisi langsung melakukan pengecekan BBM di TKP.

Dari pengecekan menggunakan pasta air menunjukkan adanya campuran air dengan ketinggian sekitar 8 sentimeter di dalam tandon. Air yang bercampur BBM tersebut diduga dari rembesan air hujan yang masuk melalui penutup tandon.

img_title Seorang Pengendara Motor di Lamongan Tertabrak Kereta Api Usai Terobos Perlintasan Berpalang

"Setelah ada keluhan dari masyarakat anggota langsung ke lokasi bersama operator SPBU selanjutnya melakukan pengecekan BBM jenis Pertalite di Pulau 2 dengan memasukkan sampel BBM ke dalam botol air mineral dan hasilnya BBM telah tercampur air," kata Hamzaid, Rabu 24 Desember 2025.

Adapun jumlah motor yang mengalami mogok usia mengisi BBM tersebut ada delapan unit. Sepeda motor itu jenis matic mengalami gangguan mesin berupa kendaraan tidak bisa distarter atau tidak menyala setelah melakukan pengisian BBM jenis Pertalite di Pulau 2 (Dispenser 2).

"Setelah kejadian ini, pihak SPBU telah menindaklanjuti keluhan pelanggan dengan memberikan uang ganti rugi kepada konsumen yang membeli BBM Pertalite serta membawa kendaraan pelanggan ke bengkel untuk dilakukan perbaikan," jelasnya.

Sementara terkait kejadian tersebut Satreskrim Polres Lamongan akan melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU, baik pengawas maupun operator, serta melakukan koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Surabaya.