JTI Dorong Kolaborasi Lintas Sektoral Jaga Kelestarian Sungai Welang Pasuruan
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Japan Tobacco International (JTI) Indonesia mengambil peran dalam penguatan sinergi untuk memastikan keberlanjutan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang Pasuruan melalui kolaborasi lintas sektoral melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat.
Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengelolaan aliran Sungai Welang Pasuruan dari hulu hingga hilir dengan mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas Bantuan Sosial Komunikasi Masyarakat (BASKOMAS) yang tergabung dalam Gerakan Kesadaran Alamku Hijau, serta para pegiat lingkungan setempat.
Kolaborasi ini diarahkan bisa merumuskan langkah konkret dalam menghadapi persoalan pengelolaan air di kawasan DAS Welang.
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Brantas Sampean, Muchtar Effendi menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam menjaga ekosistem air Sungai Welang.
Menurutnya, keberlanjutan DAS sangat ditentukan oleh kondisi wilayah hulu yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan di bagian tengah dan hilir.
"Menjaga ekosistem air di DAS Welang dari hulu hingga hilir merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat dinegosiasikan. Kondisi hulu yang terjaga akan menentukan kualitas lingkungan di bagian tengah dan hilir DAS," ujarnya, Rabu, 24 Desember 2025.
Ia mengingatkan, terganggunya fungsi ekologis DAS berpotensi menimbulkan berbagai dampak serius, mulai dari penurunan kualitas lingkungan, banjir, kekeringan, hingga longsor.
Oleh karena itu, Muchtar menilai kolaborasi lintas sektoral menjadi fondasi utama dalam upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem air.
"Perlindungan dan pemulihan ekosistem air hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak," tegasnya.
Sementara itu, People & Culture Manager JTI Indonesia, Agung Prabowo menambahkan, JTI secara berkelanjutan berkontribusi dalam upaya pelestarian air dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sejumlah inisiatif telah dilakukan, mulai dari penanaman pohon di kawasan hulu Putuk Elang dan Putuk Lesung, penanaman kopi di Desa Sumberejo, hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.
"JTI memiliki rekam jejak dalam pelestarian air, baik melalui kegiatan penghijauan, pemberdayaan masyarakat, maupun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," kata Agung.
Selain itu, secara internal perusahaan juga menerapkan sistem pengolahan limbah terpadu sehingga air dapat dimanfaatkan kembali secara lebih efisien. Meski demikian, Agung mengakui tantangan pengelolaan sumber daya air di kawasan tangkapan Sungai Welang masih cukup besar.