Dishub Jatim Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Mobilitas Masyarakat pada Libur Nataru

Kadishub Jatim Nyono.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur telah menyiapkan langkah antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Jawa Timur salah satu provinsi yang diprediksi akan mengalami lonjakan pergerakan mobilitas tinggi.

img_title Emil Dardak Yakinkan Masyarakat Soal Kerahasiaan Data saat Sensus Ekonomi

Kepala Dishub Jatim, Nyono mengatakan puncak arus natal diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025. Sedangkan arua balik diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026. Nyono memprediksi pergerakan arus keluar Jatim mencapai 14 juta orang. Sementara untuk arus masuk diperkirakan mencapai 16 juta orang.

"Artinya arus masuk ke Jatim lebih besar," ujarnya, di Surabaya.

img_title Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Khofifah Siapkan 143 Ribu Beasiswa SMA SMK dan PTS

Nyono menambahkan bahwa pengguna transportasi umum juga diprediksi mengalami lonjakan kenaikan hingga 17 persen. Dan bus masih menjadi transportasi favorit masyarakat. Menurut Nyono, penumpang bus diperkirakan mencapai 3,3 hingga 3,6 juta orang.

Sementara angkutan kereta api diperkirakan melayani lebih dari 3,2 juta penumpang. Moda transportasi lainnya seperti angkutan penyeberangan, angkutan udara, dan angkutan laut juga mengalami peningkatan seiring dengan tingginya aktivitas libur akhir tahun.

img_title Walau Raih WTP, BPK RI Berikan Tiga Catatan di LKPD Pemprov Jatim 2025

Oleh karena itu, Dishub telah menyiapkan ribuan armada lintas moda. Sekitar 6.300 unit bus disiagakan untuk melayani pergerakan darat. Di sektor perkeretaapian, hampir 100 trainset telah dipersiapkan.

Sementara itu, angkutan penyeberangan mengoperasikan sekitar 241 trip, angkutan laut melibatkan 55 kapal, dan angkutan udara mengoperasikan sekitar 200 pesawat yang beroperasi di tujuh bandara di Jawa Timur.

“Secara keseluruhan, kita siap menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru," katanya.

Lebih lanjut Nyono mengatakan Dishub juga menyiapkan personel hampir 6.000 personel gabungan yang terdiri dari Dishub Provinsi Jawa Timur dan Dishub Kabupaten/Kota di 38 daerah. Ribuan petugas tersebut disebar di berbagai posko pengamanan dan pelayanan.

Menurut Nyono, posko-posko tersebut berada di tingkat provinsi, kabupaten/kota, UPT Dishub, terminal, bandara, hingga terminal penumpang angkutan penyeberangan. Dishub juga melakukan pemetaam sejumlah titik rawan transportasi, terutama di kawasan wisata. Destinasi wisata menjadi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan peningkatan risiko keselamatan.

“Kita waspadai pusat-pusat wisata, baik wisata mancanegara maupun wisata nusantara. Total ada 10 wisata mancanegara dan 10 wisata nusantara yang menjadi fokus,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title