Lima SLB di Jatim Segera Berstatus Negeri, Harapan Baru bagi Siswa Disabilitas

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai
Sumber :
  • Viva Jatim/Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA JatimKabar baik datang bagi dunia pendidikan inklusif di Jawa Timur. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim segera meresmikan lima Sekolah Luar Biasa (SLB) yang beralih status dari swasta menjadi negeri. Langkah ini menjadi harapan baru bagi siswa disabilitas untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih layak dan berkelanjutan.

img_title Event di Jawa Timur Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan secara Nasional

Kelima SLB tersebut berada di Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kabupaten Pacitan, Kota Probolinggo, dan Kota Surabaya. Peresmian rencananya akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Senin, 29 Desember 2025, di SLB-B Karya Mulia Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan seluruh proses penegerian telah rampung. Menurutnya, perubahan status ini bukan sekadar administratif, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

img_title Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jatim Lancar dan Aman

“Alhamdulillah sudah 100 persen siap. Tinggal peresmian oleh Bu Gubernur,” ujar Aries.

Dengan berstatus negeri, SLB akan mendapat dukungan lebih optimal, terutama pada peningkatan sarana prasarana dan mutu layanan pendidikan. Aries menilai, penegerian ini juga menjawab kebutuhan daerah yang selama ini belum memiliki SLB negeri, termasuk Kota Surabaya.

img_title Selaras Rais Aam, Khofifah Ungkap Modal Utama Menjaga Marwah NU di Era Kini

Hal senada disampaikan Kepala Bidang PKPLK Dindik Jatim, Iva Chandraningtyas. Ia menyebut seluruh aspek administrasi telah tuntas dan diperkuat dengan terbitnya Peraturan Gubernur Jawa Timur.

“Keberadaan SLB negeri ini sangat strategis. Di Surabaya, sekolah ini menjadi satu-satunya SLB negeri dan diharapkan mampu melayani pendidikan hingga 12 tahun bagi siswa disabilitas,” jelas Iva.

Tak hanya itu, SLB negeri juga akan mengembangkan layanan unggulan, salah satunya deteksi dini gangguan pendengaran, guna mendukung tumbuh kembang peserta didik sejak dini.

Sementara itu, Kepala SMPLB-B Karya Mulia Surabaya, Agus Hadi, mengungkapkan kesiapan sekolahnya menyambut status baru sebagai SLB negeri. Berbagai perbaikan sarana prasarana telah dilakukan, mulai dari penataan lingkungan hingga ruang belajar yang lebih ramah bagi siswa.

“Ini bukan hanya tentang perubahan status sekolah, tetapi tentang masa depan anak-anak kami agar mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Saat ini, SLB-B Karya Mulia menaungi 131 siswa dari jenjang TK hingga SMA. Sekolah juga tengah menyiapkan penguatan pendidikan vokasi, seperti tata boga dan tata busana, agar lulusan memiliki keterampilan mandiri di masa depan.

Halaman Selanjutnya
img_title