BNNK Sidoarjo Perang Melawan Narkoba: 235 Tersangka Direhabilitasi, 45.662 Warga Diberi Edukasi
- Viva Jatim/Ahaddiini
Sidoarjo, VIVA Jatim – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo terus meningkatkan upaya perang melawan narkoba dengan strategi adaptif dan berkelanjutan.
Kepala BNNK Sidoarjo, Komisaris Besar Polisi Gatot Soegeng Soesanto, menyatakan bahwa perang melawan narkoba adalah upaya kemanusiaan yang berorientasi pada perlindungan dan penyelamatan masyarakat.
"Sepanjang tahun 2025, BNNK Sidoarjo telah melaksanakan berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) untuk menentukan penanganan yang tepat bagi penyalahguna narkotika," ucapnya pada pemaparan capaian kerja di Aula BNNK Sidoarjo, Senin pagi, 29 Desember 2025.
"Hasilnya, 236 tersangka telah dilakukan asesmen, dengan 235 tersangka putusan rehabilitasi dan 1 tersangka menjalani proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.
BNNK Sidoarjo juga melakukan kolaborasi lintas sektor dengan Satpol PP, Garnisun, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, dan Dispendukcapil Sidoarjo dalam rangka Operasi Kepatuhan Sosial pada bulan November 2025.
"Dari operasi bersama ini dilakukan tes urine deteksi dini penyalahgunaan narkotika kepada 150 orang yang berada di kawasan rawan penyalahgunaan narkotika. Dari operasi ini didapatkan hasil berupa 2 orang positif menyalahgunakan narkotika jenis benzodiazepine dan methylenedioxymethamphetamine (MDMA)," ungkapnya.
Di sisi pencegahan, BNNK Sidoarjo mengembangkan strategi berbasis advokasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
"Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dan Ketahanan Keluarga menjadi instrumen penting dalam memperkuat pencegahan berbasis komunitas," terangnya.
BNNK Sidoarjo telah melakukan advokasi kepada 20 keluarga di kawasan rawan pada tahun 2025 dan membentuk Desa Tebel di Kecamatan Gedangan sebagai Desa Bersinar.
"Hasilnya, status desa Tebel yang sebelumnya berada di kawasan Bahaya turun menjadi Waspada dengan Indeks 2,06," kata dia.
Lebih lanjut Gatot mengungkapkan, pada tahun 2025, BNNK Sidoarjo juga telah memberikan diseminasi informasi berupa sosialisasi bahaya narkoba kepada 45.662 orang di Kabupaten Sidoarjo.
"Selain itu, BNNK Sidoarjo turut mendukung implementasi integrasi nilai-nilai anti narkoba di lingkungan pendidikan," tambah Gatot.
Upaya pemberdayaan masyarakat juga menjadi pilar penting dalam strategi P4GN di Kabupaten Sidoarjo. BNNK Sidoarjo mendorong masyarakat untuk berperan sebagai subjek aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba.