152 Santri dan Siswa Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Santri di Ponpes An Nur yang diduga keracunan MBG.
Sumber :
  • Viva Jatim/M Luthfi

Mojokerto, VIVA JatimOperasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 dihentikan sementara. Keputusan ini menyusul 152 santri dan siswa di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG tersebut. 

img_title Berdampak Positif pada Ekonomi Mikro, Ratusan Masyarakat Dukung MBG Dilanjutkan

Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo mengatakan, TNI/Polri, Pemkab Mojokerto serta Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengevaluasi dan investigasi untuk memastikan penyebab keracunan.

“(SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03) kita setop, kita evaluasi dan diadakan investigasi,” katanya kepada wartawan di Ponpes An-Nur Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Sabtu, 10 Januari 2025. 

img_title Ratusan Emak-emak Sidoarjo Turun ke Pendopo Minta MBG Jangan Dihentikan

Abi menyebut, penghentian sementara dilakukan sembari menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium atas sampel makanan MBG yang diduga menyebabkan siswa dan santri sakit.

“Kalau memang ada unsur kelalaian kita sesuaikan, kalau dari unsur pidana memang ada, otomatis akan kita proses,” ujarnya. 

img_title Santri Ponpes BIMA Tembus Rusia hingga China, Gus Muhaimin: Ini Modal Indonesia Emas

Ia juga menyampaikan, data sementara sebanyak 152 siswa yang diduga mengalami keracunan. 

“Untuk sementara data yang kami terima total 152 orang yang terbagi di beberapa tempat dan rumah sakit. Kepastiannya jumlah anak-anak yang terdampak akan kami dalami lagi,” kata kepada wartawan di Ponpes An-Nur, Sabtu (10/1/2026). 

Ratusan siswa dan santri tersebut berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes An-nur Desa Singowangi, dan SMPN 2 Kutorejo. 

Saat ini, mereka tengah dirawat intensif di beberapa Puskesmas dan Rumah sakit, seperti Puskemas Kutorejo, Gondang, Pacet, Bangsal, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari. 

Koordinator wilayah BGN Kabupaten Mojokerto Rosidian Prasetyo menyampaikan, pihaknya telah melakukan investigasi awal ke SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 terkait kasus dugaan keracunan MBG itu. Hasilnya, pekerja SPPG dinyatakan telah bekerja sesuai standart operasional (SOP) yang telah ditentukan. 

Kendati demikian, Rosidian akan tetap menunggu hasil kajian dari pihak Dinkes Kabupaten Mojokerto dan kepolisian. 

“Untuk indikasinya sampai saat ini belum bisa kmi simpulkan. Karena penyajiannya (MBG) Jumat sedangkan gejala muncul ada yang jumat malam tetapi secara keseluruhan Sabtu. Kita tidak tahu selama rentan waktu itu mereka makan apa,” bebernya.

Halaman Selanjutnya
img_title