Lima Kecamatan di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Njero
- Imron Saputra
Lamongan, VIVA Jatim-Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Lamongan terendam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Bengawan Njero. Akibatnya, belasan sekolah dan tempat ibadah terendam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, M. Naim mengatakan, banjir terparah terjadi di lima kecamatan, di antaranya, Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi dan Karangbinangun.
Lima kecamatan ini terdampak banjir cukup luas. Total sudah ada sawah dan tambak yang tergenang sekitar 12 ribu hektare, dengan perkiraan kerugian kurang lebih mencapai Rp4 miliar.
Saat ini, lanjut Naim, BPBD Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan upaya penanganan dan mitigasi dampak banjir. Bantuan bagi warga terdampak juga telah disalurkan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah.
"Ada lima kecamatan yang terendam dan 12 ribu hektare sawah yang terendam banjir dengan kerugian sebesar Rp 4 miliar," katanya.
Selain itu, Pemkab Lamongan juga berkoordinasi dengan PU SDA agar seluruh pompa air diaktifkan. M. Naim menjelaskan, tingginya debit air Bengawan Solo menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pengendalian banjir.
BPBD memastikan langkah antisipasi tetap berjalan. Empat pompa utama di Melik, Kuro, serta pintu air di Tambakombo tetap dioperasikan secara bergantian sesuai kondisi lapangan.
Selain penanganan teknis, BPBD Lamongan bersama Dinas Kesehatan juga membuka layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir. Pos pelayanan kesehatan desa disiagakan setiap hari di seluruh wilayah terdampak.
"Kami buka pos pelayanan kesehatan desa secara gratis di seluruh wilayah Kuro dan sekitarnya, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan," pungkasnya.