Korban Keracunan MBG di Mojokerto Capai 349 Orang, Wali Murid dan Guru Pun Jadi Korban

Korban keracunan MBG dirawat di RSUD Prof dr Soekandar, Mojokerto.
Sumber :
  • Viva Jatim/M Luthfi

Mojokerto, VIVA Jatim – Jumlah korban keracunan diduga usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mojokerto terus bertambah. 

img_title Dana Rampasan Korupsi Berpotensi Dipakai Renovasi Puskesmas, Ini Penjelasan Wamenkes

Hingga Senin, 12 Januari 2026, total korban mencapai 349 orang, termasuk sejumlah wali murid dan guru yang turut mencicipi menu soto ayam program MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Ponpes Al Hidayah. 

Sekertaris daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko membenarkan bahwa jumlah korban terus bertambah. Dari 349 orang, 159 korban di antaranya saat ini masih dirawat di beberapa fasilitas kesehatan (faskes) baik milik pemerintah maupun swasta. 

img_title Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dinkes Lakukan Investigasi

Mereka tersebar di 13 faskes. Yaitu RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Mawaddah, RSI Arofah, RS Kartini, RS Sido Waras, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RS Dian Husada dan RSI Sakinah.

Juga di Puskesmas Pacet, Puskesmas Kutorejo, Puskesmas Bangsal dan Puskesmas Dlanggu. 

img_title Puluhan Warga Simokerto Surabaya Diduga Keracunan Makanan Hajatan

"Sebanyak 190 orang sudah keluar dari rumah sakit atau pulang," kata Teguh kepada wartawan, Senin, 12 Januari 2026. 

Sementara, Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Gigih Setijawan menyebut, korban keracunan massal yang dirawat di tempatnya mayoritas usia anak. Tetapi, juga ada sejumlsh korban usia dewasa.

"Ada beberapa pasien dewasa, kebetulan ikut mencicipi karena (MBG) dibawa pulang," ungkap Gigih. 

Sebelumnya diberitakan, ratusan santri dan siswa di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG berupa soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.  

Mereka di antaranya berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes Annur Desa Singowangi, dan SMPN 2 Kutorejo. 

Gejala klinis mulai dirasakan korban pada Jumat malam dan Sabtu, 10 Januari 2026 pagi. Mereka mengeluhkan pusing, mual, muntah, demam dan diare.

SPPG yang berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto itu menyajikan 2.679 porsi MBG untuk sekitar 20-an sekolah. 

Untuk sementara, 7 sekolah dan pesantren yang terdampak indikasi keracunan massal tersebut. Kini, operasional SPPG tersebut disetop sementara sembari menuggu hasil investigasi tim gabungan. 

Tim gabungan yang terdiri dari Kodim 0815 Mojokerto, Polres Mojokerto dan Dinkes Kabupaten Mojokerto melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal ini.