Detik-detik Wanita Open BO Dibunuh Pelanggan di Malang karena Minta Bayaran
- Romadhon/VIVA Jatim
Malang, VIVA Jatim – Penyidikan kasus pembunuhan wanita open BO berinisial SM di Kota Malang memasuki tahap baru. Tersangka, MKW (29), warga Sukorejo, Pasuruan, dihadirkan penyidik menjalani rekonstruksi di Polres Malang Kota, Selasa, 13 Januari 2026.
Pembunuhan tersebut terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Ikan Gurami, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Sabtu, 27 Desember 2025. Peristiwa berdarah itu membuat geger warga setempat karena saat ditemukan korban dalam kondisi mengenaslan.
Dalam rekonstruksi, tersangka memeragakan 20 adegan. Dimulai saat tersangka menghubungi korban untuk Open BO hingga menghabisi nyawa korban. Setiap adegan per adegan, baik dari keterangan saksi maupun keterangan tersangka, sesuai dengan berkas acara pemeriksaan (BAP).
Kanit I Satreskrim Polres Malang Kota AKP Wachid Arif mengatakan, semua adegan yang diperagakan tersangka cocok dengan seluruh alat bukti yang dikumpulkan.
"Artinya selaras keterangannya bahwa peristiwanya benar-benar terjadi yang demikian," katanya.
Wachid menuturkan, aksi tersangka terbilang sadis. Mula-mula tersangka menusuk korban berulang kali. Setelah mengetahui korban belum meninggal dunia, tersangka lantas mencekik hingga korban benar-benar tidak bernyawa.
"Jadi tersangka menghabisi dua kali. Yang pertama ditusuk, yang kedua ternyata korban masih teriak akhirnya dicekik. Ada 13 luka sayat dan 10 luka tusuk disekitar wajah dan badan," ujar Wachid.
Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Guntur Abdi Putra, menuturkan tersangka emoasi karena kesal saat melakukan hubungan badan korban meminta selesai dan meminta bayaran.
Karena tak memiliki uang, tersangka bernegosiasi hendak membayar dengan handphone (HP). Tapi korban menolak dan mengancam akan melaporkan tersangka ke warga.
Terdesak, tersangka kemudian ke dapur mencari uang. Bukannya uang, papar Guntur, kliennya justru menemukan pisau.
"Dia langsung kembali ke kamar kemudian melakukan penusukan itu. Penusukan itu refleks berkali-kali, mengenai bibir, leher, sama dada," tandasnya.
"Setelah korban tergeletak, pelaku sempat minta maaf ke korban. Setelah itu pelaku ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Habis itu balik lagi mengambil potongan pisau yang sudah patah tadi dan ditaruh di kamar mandi," pungkas Guntur.