Balasan Masjid dan Sekolah di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero

Sekolah Dasar Terendam Banjir.
Sumber :
  • Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mengungkap, setidaknya ada 14 masjid yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero.

img_title Gudang Besi Tua di Lamongan Ludes Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selain masjid, terdapat 11 lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA yang juga mengalami kebanjiran. Sebagian sekolah terpantau masih mewajibkan siswanya masuk meski harus menerjang genangan air.

Kepala BPBD Lamongan, Moch. Na’im mengatakan, BPBD telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait penyediaan bantuan perahu bagi para siswa di titik-titik tertentu agar mereka tetap bisa menjangkau sekolah.

img_title Seorang Pengendara Motor di Lamongan Tertabrak Kereta Api Usai Terobos Perlintasan Berpalang

Selain itu, BPBD Lamongan juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Untuk memastikan akses pendidikan tidak terputus total, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.

"Banjir kali ini tak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga membanjiri fasilitas pendidikan di lima kecamatan di Lamongan," kata Moch. Na’im.

img_title Motor Perempuan di Lamongan Dibawa Kabur Pria yang Baru Dikenal dari Aplikasi Pertemanan

Sementara itu, kondisi sekolah yang tergenang banjir terjadi di SDN Turi, Kecamatan Turi. Seluruh ruangan kelas di sekolah tersebut sudah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter.

Selain itu, ada juga SDN 2 Pasi, Kecamatan Glagah yang juga terendam banjir. Banjir yang terjadi di SDN 2 Pasi, Kecamatan Glagah itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir ini. Meski kebanjiran aktivitas sekolah masih tetap berjalan.

Kepala SDN 2 Pasi, Ruhannah mengaku aktivitas belajar mengajar serta mobilitas guru dan siswa terhambat akibat banjir. Pihaknya masih belum meliburkan sekolah karena masih menunggu arahan dari dinas pendidikan.

"Kalau kondisi air terus naik dan membahayakan maka opsi meliburkan sekolah tentu akan kami pertimbangkan demi keselamatan anak-anak. Dan kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinas Pendidikan," katanya.