Kasus Dugaan Keracunan di Mojokerto, SPPG Belum Kantongi SLHS
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa ratusan orang di Mojokerto. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang mendistribusikan MBG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
SLHS adalah sertifikat yang menjadi bukti bahwa dapur MBG telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan untuk mencegah risiko keracunan makanan.
Perwakilan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Izzi Ashari mengatakan, SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 sudah mengajukan SLHS ke Dinkes Kabupaten Mojokerto. Namun, masih proses menenuhi persyaratan.
“Kami sudah asistensi dengan Dinkes, mereka (SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03) masih proses persyaratan. Iya (belum mengantongi) tapi sudah mengajukan,” katanya kepada wartawan di SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menyebut SPPG tersebut telah dilengkapi dengan ahli gizi dan sarana prasarana yang memadahi. Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan massal yang terjadi karena MBG.
“(Penyebab keracunan) belum tahu karena terjadinya keracunan banyak faktor. Saya masih mempelajari celahnya di mana. Apakah di penerimaan bahan baku, pemasakan, pendistribusian, atau penerimaan makanan,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan santri dan siswa di Kecamatan Kutorejo, Mojokerto diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG berupa soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.
Gejala klinis mulai dirasakan korban pada Jumat malam dan Sabtu, 10 Januari 2026 pagi. Mereka mengeluhkan pusing, mual, muntah, demam dan diare.
SPPG yang berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto itu menyajikan 2.679 porsi MBG untuk sekitar 22 lembaga.
Untuk sementara, 7 sekolah dan pesantren yang terdampak indikasi keracunan massal tersebut. Kini, operasional SPPG tersebut disetop sementara sembari menuggu hasil investigasi tim gabungan.
Tim gabungan yang terdiri dari Kodim 0815 Mojokerto, Polres Mojokerto dan Dinkes Kabupaten Mojokerto melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal ini.
Dinkes Kabupaten Mojokerto telah mengambil sampel makan dari SPPG tersebut untuk diuji di laboratorium.