Mahasiswa-BKSDA Amati Migrasi Burung dari Rusia dan Cina ke Tulungagung

Mahasiswa Mengamati Migrasi Burung.
Sumber :
  • Istimewa

Tulungagung, VIVA Jatim-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Kediri dan Mahasiawa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengamati kawanan burung asal Rusia dan Cina yang bermigrasi ke Tulungagung.

img_title Cabdin Pendidikan Tulungagung-Trenggalek Kenalkan Pendekatan Berbasis Data untuk Sekolah

BKSDA dan Mapala melakukan pengamatan di hamparan sawah Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo. Kegiatan pengamatan ini diberi tajuk 'Bird Walk".

Dalam proses pengamatan, setiap peserta diminta untuk mengamati perilaku dan ciri khas burung melalui binokular atau teropong burung. Sesuai pengamatan, peserta diminta untuk mencatat, mulai dari ciri khas, perilaku alami, dan menggambar ilustrasi burung yang diamati. Tujuannya agar setiap peserta dapat mengetahui dan belajar mengenai burung migrasi.

img_title Jambore ke-3 Bersih-bersih Masjid Diikuti Ratusan Peserta di Tulungagung

Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri, BKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra membeberkan event Tulungagung Bird Walk diinisiai oleh Mapala Himalaya UIN SATU Tulungagung bersama BKSDA Kediri. Tujuannya guna memperkenalkan jenis-jenis burung secara dekat.

"Kami ingin berbagi asiknya mengamati perilaku burung di alam. Mumpung masih musim migrasi burung," ujar Ahmad David Kurnia Putra.

img_title Puluhan Murid SMKN 1 Tulungagung Belajar Swasembada Pangan di Gudang Bulog

Pada kesempatan ini, ada tiga jenis burung migrasi yang berhasil diamati yaitu burung trinil pantai (Actitis Hypoleuscos), trinil semak (Tringa Glareola) dan kicuit kerbau (Motacilla Tschutschensis).

"Ada 3 jenis burung ini berasal dari belahan bumi utara, seperti Cina serta Rusia yang saat ini sedang musim dingin," ulasnya.

Rentang waktu musim migrasi burung yaitu pada Oktober 2025 sampai Maret 2026. Burung yang melakukan migrasi bertujuan untuk bertahan hidup dengan mencari makanan ke daerah tropis.

"Migrasi burung terjadi sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026. Nanti mereka akan kembali setelah musim dingin selesai untuk berkembang biak," imbuhnya.

Selama dua tahun BKSDA melakukan pengamatan burung migrasi di Tulungagung, tercatat ada tujuh jenis, mulai dari burung trinil (Actitis Hypoleuscos), cerek kernyut (Pluvialis Fulva), cerek kalung kecil (Charadrius Dubius).

Kemudian Burung trinil semak (Triga Glaeola), kicuit kerbau (Motacilla Tschutschensis),terik asia (Glareola Maldivarum) dan burung layang-layang asia (Hirundo Rustica).

"Burung migrasi terik asia ini kami selalu jumpai setiap tahun dengan jumlah individu yang sangat banyak. Kami pernah menghitung di Tulungagung, satu petak sawah terdapat 5.000 ekor burung terik asia," paparnya.

Halaman Selanjutnya
img_title