Banjir di Lamongan Semakin Meluas, Pemkab Tetapkan Status Darurat Bencana
- Imron Saputra
Lamongan, VIVA Jatim-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan telah resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana akibat meluasnya banjir Bengawan Jero yang semakin meluas.
Keputusan ini diambil seiring naiknya elevasi air di Bendungan Blawi yang kini telah mencapai angka 78. Kondisi ini menyebabkan genangan air dan merendam enam wilayah kecamatan di Kabupaten Lamongan.
Banjir yang terjadi itu merendam sebanyak 2.736 rumah di 27 desa dengan total warga Lamongan yang terdampak banjir tersebut mencapai 10.672 jiwa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, Moh Nalikan mengatakan, sebagai langkah konkret, pemerintah daerah telah melakukan penyisiran dan pembersihan pada seluruh sungai pembuang untuk memperlancar arus air.
Nalikan juga menginstruksikan masing-masing desa untuk mendirikan posko kesehatan yang beroperasi penuh. Mereka harus siaga 24 jam untuk melayani kesehatan masyarakat yang terdampak bencana banjir.
"Dengan naiknya Bendungan Blawi yang sekarang sudah 78 dan sudah ada enam kecamatan yang terdampak maka status ini kita berlakukan dan kami juga minta desa wajib mendirikan posko kesehatan," kata Nalikan.
Nalikan menjelaskan, Pemkab Lamongan juga mulai mendistribusikan bantuan sembako secara bertahap terhadap warga yang terdampak bencana banjir. Bantuan itu sudah didistribusikan di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Weduni.
Nalikan mengatakan bantuan makanan cepat saji dari BPBD Provinsi juga sudah datang dan pemerintah juga mengajukan bantuan 22 ton beras cadangan pangan pemerintah ke Badan Ketahanan Pangan Nasional.
"Saat ini tinggal menunggu ACC untuk pencairan melalui Bulog. Pemkab juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pusat juga terus diperkuat guna mendatangkan bantuan tambahan," pungkasnya.