Terpilih Jadi Ketum GINSI Jatim, Hana Belladini L akan Benahi Tata Kelola Impor

Ketum Terpilih Ginsi Jatim Hana Belladina L.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Ketua Umum terpilih Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Timur Periode 2025-2030, Hana Belladina L mengatakan dalam kepengurusannya akan fokus membenahi tata kelola impor dan efisiensi biaya. Menurutnya efisiensi menjadi kunci daya saing importir di Jawa Timur.

img_title Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Jadi Ruang Pengetahuan Perkembangan Energi dan Kebutuhan Industri

Bella terpilih sebagai Ketum GINSI Jatim Periode 2025-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-X BPD GINSI Jatim yang digelar di Surabaya, Kamis, 15 Januari 2025. Musda tersebut dihadiri sekitar 265 anggota GINSI dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Forum ini menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha impor untuk merumuskan arah kebijakan organisasi di tengah dinamika regulasi dan tantangan global.

Bella menegaskan komitmennya untuk menjadikan GINSI Jatim sebagai organisasi yang adaptif, solutif, dan mampu menjadi jembatan antara anggota dengan pemerintah.

img_title Pelaku Usaha Keluhkan KBLI 2025, Kadin Jatim Dorong Regulasi yang Lebih Efisien

“GINSI harus hadir memberi kepastian, pemahaman, dan perlindungan bagi anggotanya dalam menjalankan kegiatan impor secara legal dan efisien,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah meningkatkan pemahaman anggota terhadap aturan importasi yang terus berkembang. Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala akibat minimnya informasi regulasi.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

“Kami akan rutin menggelar seminar, workshop, hingga menyediakan buku panduan dan layanan konsultasi agar anggota tidak salah langkah,” kata Bella.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan kelancaran pengeluaran barang impor dan tingginya biaya logistik. Menurutnya, efisiensi menjadi kunci daya saing importir di Jawa Timur.

“Kami akan membentuk tim khusus untuk memantau hambatan di lapangan dan mendorong pemanfaatan teknologi seperti EDI agar proses lebih cepat dan transparan,” jelasnya.

Bella juga akan aktif menjalin hubungan strategis dengan instansi terkait, mulai dari Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Perindustrian. Pasalnya, ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah.

“Kami ingin ada forum rutin agar aspirasi pelaku usaha bisa langsung tersampaikan dan kebijakan bisa dievaluasi bersama,” tuturnya.

Tak hanya itu, Bella berkomitmen memperkuat sinergi dengan instansi perizinan impor. Langkah ini dinilai penting untuk memangkas birokrasi yang berbelit.

Halaman Selanjutnya
img_title