Nenek di Mojokerto Ditipu Modus BLT, Perhiasan Emas Jutaan Rupiah Raib
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Nasib malang dialami Paitun (79). Seorang nenek di Dusun Bulak Kunci, Desa Nogosari, Kecamatan Pecet, Mojokerto ini, menjadi korban penipuan dengan modus memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Akibatnya, perhiasan senilai jutaan rupiah pun raib dibawa kabur pelaku.
Salah seorang warga, Muhammad Khumaidi menyampaikan, tetangganya menjadi korban penipuan seorang perempuan tak dikenal pada Kamis, 15 Januari 2026 pagi. Mulanya pelaku datang ke rumah nenek tersebut mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dan memakai celana serta jaket jeans hitam.
Pelaku pura-pura bertamu dengan alasan memberitahukan bahwa nenek Paitun akan mendapatkan BLT dari pemerintah. Syaratnya, tidak boleh memakai perhiasan.
“Pelaku kemudian meminta korban untuk melepas perhiasannya. Korban pun melepas kalung dan gelang emas, lalu meletakkannya di depan,” katanya.
Setelah itu, pelaku meminta dibuatkan minum. Kemudian pelaku pamit keluar sebentar dengan dalih menjemput temannya. Namun, pelaku tak kembali hingga akhirnya Nenek Paitun sadar menjadi korban penipuan.
“Tanpa disadari korban, pelaku ternyata sudah membawa kabur perhiasan berupa kalung dan gelang emas dengan nilai yang cukup besar. Kondisi korban sekarang masih linglung,” ujarnya.
Menurut Khumaidi pelaku berhasil menggondal perhiasan emas berupa kalung emas senilai Rp 3.110.000, gelang emas senilai Rp 4.800.000 dan cincin emas senilai Rp 1.350.000.
“Ciri-ciri pelaku perempuan umur sekitar 30 sampai 40-an ke ata tidak sampai 50. Pelaku memakai jaket dan celana jean menggunakan motor beat berwarna hitam dengan plat nomornya kurang jelas,” terang dia.
Ia menambahkan, nenek Paitun ini tinggal seorang diri dan sehari-hari bekerja sebagai petani. Belakangan nenek Paitun tidak bisa keluar rumah karena sakit.
“Anak-anaknya sudah berkeluarga. Kadang juga dijenguk sama anak-anaknya yang rumahnya masih satu desa cuma agak jauh dari rumah beliaunya,” pungkas Khumaidi.
Atas kejadian ini, korban belum melaporkan kepada pihak kepolisian.