6 Rumah Petak Hangus Terbakar di Surabaya, Tak Ada Korban Jiwa
- DPKP Kota Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Peneleh Gang 1 Nomor 50, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Sabtu, 17 Januari 2026, malam. Sedikitnya enam rumah petak dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan kebakaran pada pukul 19.03 WIB dari seorang warga bernama Dinda. Satu menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Unit tempur Rayon 1 Pasar Turi tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 19.09 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 19.35 WIB, sementara proses pembasahan dan pendinginan dinyatakan selesai serta kondisi kondusif pada pukul 21.20 WIB.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan kebakaran menghanguskan seluruh bangunan rumah petak yang ada di lokasi tersebut.
“Luas area yang terbakar kurang lebih 8 meter kali 25 meter, terdiri dari enam rumah petak. Api awal diketahui berasal dari percetakan yang berada di petak 1 dan petak 6,” ujar Rokhim.
Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP Kota Surabaya mengerahkan 9 unit tempur dan 5 unit tim rescue, yang berasal dari berbagai rayon dan pos pemadam.
Selain itu, bantuan 2 unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga diterjunkan ke lokasi. Rokhim menambahkan, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
“Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih didalami. Yang terpenting, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
Adapun rumah petak yang terdampak diketahui milik Imam, Mardia, Rustam, dan Sakowi. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.
Penanganan kebakaran melibatkan lintas instansi, antara lain DPKP Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, PLN, Posko Terpadu Pusat, DLH, PMI Kota Surabaya, serta Polsek Genteng untuk pengamanan dan pendataan di lokasi kejadian.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di kawasan permukiman padat, serta memastikan instalasi listrik dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dalam kondisi aman.
Sementara itu, Danki BPBD Tito Sumarno menambahkan, timnya langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pendampingan trauma healing dan pemeriksaan kesehatan warga terdampak.