22 Sekolah di Tapal Kuda Jatim Terima Bantuan Rp23,7 M, Ini Peruntukannya
- Dinas Pendidikan Jatim untuk VIVA Jatim
Pasuruan, VIVA Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pemerataan mutu pendidikan hingga ke wilayah Tapal Kuda. Upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian sarana dan fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur serta hasil rehabilitasi dan revitalisasi 22 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Pasuruan dan Probolinggo.
Peresmian dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah di SMAN 1 Taruna Madani Pasuruan, Minggu 18 Januari 2025. Untuk wilayah Pasuruan, rehabilitasi dan revitalisasi menyasar 16 sekolah dengan total anggaran Rp16,33 miliar.
Sementara di Probolinggo, perbaikan dilakukan pada enam sekolah dengan nilai anggaran Rp7,38 miliar. Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan keadilan pendidikan.
Menurutnya, sekolah swasta, termasuk SMA, SMK, dan SLB, merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pemerataan mutu pendidikan menjadi ikhtiar bersama agar anak-anak di daerah memiliki akses pendidikan yang layak dan setara dengan wilayah perkotaan,” ujar Gubernur Khofifah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak di Jawa Timur.
“Anak-anak di wilayah Tapal Kuda harus mendapatkan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Sarana prasarana yang memadai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” katanya.
Ia menambahkan, fasilitas yang layak akan berdampak langsung pada semangat belajar siswa dan kinerja guru. Karena itu, sekolah dipandang tidak hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai ruang tumbuh karakter dan potensi peserta didik.
Adapun sekolah di Pasuruan yang direvitalisasi antara lain SMAN Taruna Madani Jawa Timur, SMAN 1 Pandaan, SMAN 3 Pasuruan, SMKN 1 Grati, SMKN 1 Purwosari, sejumlah SMA dan SMK swasta, serta beberapa SLB negeri dan swasta.
Sementara di Probolinggo, revitalisasi dilakukan di SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMA Taruna Dra. Zulaeha, SMAS Nurul Hasan, dan SLBN Gending.
Aries menegaskan, keterlibatan sekolah swasta dan SLB menunjukkan pemerataan pendidikan dilakukan secara inklusif dan berkeadilan.
“Sekolah negeri dan swasta adalah satu ekosistem. Peningkatan sarana prasarana merupakan investasi bersama untuk masa depan pendidikan Jawa Timur,” tegasnya.