Perkuat Pasokan Bahan Baku NPK, Petrokimia Gresik Bangun Dua Tangki Asam Sulfat

Proyek pembangunan tangki asam sulfat Petrokimia Gresik
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA JatimProyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton diawali dengan ground breaking oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob. Pembangunan tangki asam sulfat ini untuk memperkuat pasokan bahan baku NPK nasional oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

img_title Cerita Petani Lebih Mudah Dapatkan Pupuk Bersubsidi Lewat I-Pubers

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, menyampaikan bahwa swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam Asta Cita. 

Ia pun mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target, yaitu di tahun 2025.

img_title Dirut Petrokimia Gresik: Petani Juga Pahlawan Penjaga Kedaulatan Bangsa

"Proyek ini (pembanguan tangki asam sulfat, Red) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri," ujarnya, 20 Januari 2026.

Sementara Daconi Khotob selaku Direktur Utama Petrokimia Gresik menjelaskan asam sulfat merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk majemuk NPK. Tangki asam sulfat ini nantinya berfungsi untuk mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan. 

img_title Alokasi Pupuk Subsidi di Jatim 2.053.650 Ton, Baru Tersalurkan 73,9 persen

"Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia," ujar Daconi.

Petrokimia Gresik lanjut Daconi, merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak tahun 2000 dan menjadi kiblat bagi teknologi pupuk NPK di tanah air. Dengan total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia. 

"Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri," ujarnya.

Ia melanjutkan, tangki asam sulfat dibangun di kawasan Petrokimia Gresik di Kabupaten Gresik, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan 3 Hektare (Ha). 

Ada dua tangki asam sulfat yang dibangun dengan kapasitas masing-masing sebesar 20.000 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek ini beroperasi. 

Proyek tangki ini ditarget selesai dan beroperasi pada Mei 2027 dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan.

"Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat," ujar Daconi.