Untag Surabaya Gandeng BPIP, Perkuat Ideologi Pancasila di Tengah Tantangan Zaman
- VIVA Jatim/Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan ideologi yang kian kompleks, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menegaskan komitmennya menjaga jati diri bangsa. Bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Untag Surabaya menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila bertema Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya.
Kegiatan itu diikuti pimpinan universitas serta ratusan mahasiswa lintas fakultas. Acara dibuka dengan penampilan Tari Sparkling Surabaya yang merepresentasikan semangat persatuan, kebhinekaan, dan kebanggaan terhadap identitas nasional.
Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, menegaskan bahwa upaya internasionalisasi kampus tidak boleh menggerus nilai kebangsaan. Menurutnya, nasionalisme harus tetap menjadi ruh utama pendidikan tinggi.
“Untag Surabaya mendorong daya saing global, namun nasionalisme tetap menjadi jiwa utama. Mahasiswa harus memiliki komitmen ideologis yang kuat terhadap Pancasila,” ujar J Subekti seperti yang dikutip Minggu 25 Januari 2026.
Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa. Ia menyebut, tantangan ideologi saat ini tidak kalah berat dibanding masa perjuangan fisik.
“Perguruan tinggi bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi ruang merawat dan memperkuat ideologi Pancasila agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Kepala BPIP RI, Prof. KH Yudian Wahyudi, dalam paparannya mengajak mahasiswa memaknai perjuangan bangsa secara kontekstual. Ia menegaskan, tugas generasi muda saat ini adalah menjaga Pancasila tetap hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari.
“Perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi memastikan Pancasila hadir dalam sikap, perilaku, dan kebijakan di berbagai lini kehidupan,” tutur Yudian.
Apresiasi terhadap konsistensi Untag Surabaya juga disampaikan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP RI, Dr. Prakoso. Ia menilai peran Untag sebagai ketua dan anggota Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinasia) menjadi bukti nyata komitmen ideologis kampus.
Sementara itu, Guru Besar Untag Surabaya, Prof. Teguh Priyo Sadono, menekankan pentingnya nilai kemanusiaan sebagai inti pengamalan Pancasila. Nilai humanisme, menurutnya, menjadi fondasi menjaga harmoni kehidupan berbangsa.
Sorotan terhadap tantangan degradasi nilai Pancasila juga disampaikan Analis Hukum Ahli Madya BPIP RI, Andy Apriyanto. Ia mendorong mahasiswa menjadi agen pembentuk karakter Pancasilais yang religius, jujur, toleran, dan demokratis.