Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Tiga Siswa Syok dan Belajar Terpaksa Dipindah ke Musala
- VIVA Jatim/Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 60 Surabaya mendadak terganggu setelah plafon salah satu ruang kelas di lantai tiga ambruk, Rabu pagi, saat siswa baru memulai pelajaran. Insiden tersebut sempat membuat suasana sekolah panik dan memaksa puluhan siswa belajar di lokasi darurat, mulai dari musala hingga lapangan sekolah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat para siswa berada di dalam kelas, plafon tiba-tiba runtuh dan menimpa sebagian area tempat duduk. Tiga siswa dilaporkan sempat tertimpa material plafon dan langsung mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Beruntung, tidak ada korban luka serius. Ketiga siswa tersebut hanya mengalami syok dan sesak napas sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.
Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arief Sunandar, mengatakan insiden tersebut diduga dipicu cuaca ekstrem disertai angin kencang yang melanda Surabaya sejak pagi hari.
“Memang terjadi runtuhnya plafon ruang kelas di lantai tiga SMP Negeri 60 Surabaya. Dugaan sementara akibat cuaca ekstrem dan angin yang cukup kencang,” ujar Arief.
Mendapat laporan melalui Call Center 112, BPBD Kota Surabaya langsung mengerahkan tim ke lokasi. Petugas gabungan bersama pihak sekolah melakukan pembersihan material plafon yang runtuh, mengevakuasi siswa, serta memasang garis pembatas karena area tersebut dinilai masih berisiko.
“Lokasi sudah kami bersihkan dan beberapa kelas di sekitar titik runtuh dikosongkan untuk memastikan keamanan,” lanjut Arief.
Meski sempat terganggu, proses belajar mengajar tetap dilanjutkan dengan memindahkan siswa ke sejumlah lokasi alternatif. Ruang Bimbingan Konseling (BK), musala, hingga halaman sekolah dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara agar kegiatan pendidikan tidak terhenti.
Salah satu siswi kelas VII, Aulia, mengaku peristiwa tersebut membuat siswa ketakutan.
“Waktu itu lagi ngerjain tugas, tiba-tiba atapnya roboh. Tiga teman tertimpa, mereka sesak napas dan trauma. Sekarang belajarnya pindah ke BK, musala, sama lapangan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi kembali terjadi, BPBD Kota Surabaya juga mendirikan tenda darurat di area lapangan olahraga sekolah. Tenda tersebut disiapkan sebagai ruang belajar sementara agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran dengan aman.