Pesan Cucu Pendiri NU di Momentum Satu Abad Organisasi

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam
Sumber :
  • VIVA Jatim/A Toriq A

Surabaya, Viva Jatim-Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri, Abdussalam Shohib, menyampaikan kritik dan refleksi pada momentum peringatan Harlah ke-100 NU.

img_title Menjelang Muktamar NU Ke-35, Ingat Pesan Mbah Hasyim

Ia menilai, satu abad perjalanan NU semestinya menjadi titik tolak untuk melakukan pembenahan serius di internal organisasi.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Salam ini, PBNU sudah saatnya melakukan reformasi struktural dalam tubuh organisasi. Penguatan institusi, khususnya kelembagaan syuriah, dinilai penting agar peran ulama tetap menjadi pengendali arah dan gerak jam’iyah.

img_title PBNU Survei 9 Pesantren Calon Lokasi Muktamar NU Ke-35, Ada Lirboyo

“NU harus melakukan reformasi struktural dengan melakukan penguatan institusi dan kelembagaan syuriah untuk memastikan ulama sebagai pengendali organisasi,” kata Gus Salam saat dikonfirmasi, Minggu 1 Februari 2026.

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang tersebut menambahkan, selain reformasi struktural, NU juga membutuhkan transformasi manajerial yang serius. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus menjadi pijakan utama agar organisasi berjalan sesuai dengan harapan jamiyah.

img_title Diskusi Kiai Imjaz dan Gus Muhaimin tentang Masa Depan PBNU Jelang Muktamar

“Transformasi manajerial dengan mengedepankan asas transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Sehingga kerja organisasi menjadi lebih terukur, sistematis, dan bisa diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam momentum satu abad, Gus Salam juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh organisasi NU. Ia menegaskan, seluruh pengurus di semua tingkatan harus memahami dan merawat nilai-nilai dasar NU agar tetap berada di jalur yang telah digariskan para pendiri.

“Pengurus NU di tingkatan manapun harus memahami dan menjaga ruh pesantren, ruh perjuangan, ruh pengabdian agar NU tidak keluar dari rel yang telah digariskan oleh para muassis,” pungkasnya.