Istri Almarhum Polisi Hoegeng Wafat di Usia 1 Abad, Polri Berduka
- VIVA.co.id
Jakarta, VIVA Jatim – Kabar duka datang dari keluarga besar Kapolri ke-5 Almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Istrinya, Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri, meninggal dunia di usia 100 tahun atau 1 abad pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kabar meninggalnya Eyang Meri di antaranya tersiar dari postingan konten kreator Polri, Ipda Herman Hadi Basuki. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang Eyang Meri Hoegeng. Kejujuran dan kesederhanaanmu akan selalu hidup di hati kami. Selamat jalan, Eyang," tulis dia di akun Instagram @herman_hadi_basuki, dikutip dari VIVA.co.id.
Eyang Meri dikabarkan mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa siang. Jenazah Eyang Meri disemayamkan di rumah duka di Mekar Jaya, Depok, Jawa Barat.
Mabes Polri secara resmi menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Eyang Meri. “Kami keluarga besar Polri turut berbelasungkawa yang mendalam. Semoga (almarhumah) husnul khatimah. Amin Ya Rabbal Alamin,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir.
Mantan Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana lebih rinci mengatakan, Eyang Meri meninggal dunia pada Selasa pukul 13.24 WIB karena sakit. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat.
Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono mengatakan bahwa almarhumah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Giri Tama di Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 4 Januari 2026. Jenazahnya akan diistirahatkan bersebelahan dengan makam suaminya, Jenderal Hoegeng.
Untuk diketahui, Eyang Meri lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta. Ia anak dari pasangan dr. Mas Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Pada tahun 1946, ia menikah dengan Jenderal Hoegeng dan dikaruniai tiga orang anak.
Jenderal Hoegeng sendiri dikenal sebagai polisi yang jujur, berani, menjunjung keadilan dan demokrasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum. Jenderal Hoegeng juga dikenal sederhana, termasuk ketika menjadi Kapolri pada tahun 1968 hingga 1971.
Kapolri Jenderal Hoegeng
- Buku autobiografi