LDII Jatim Gelar Diklat Jurnalistik 2026, Perkuat Literasi Digital

Sherlita Ratna Dewi Agustin
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menggelar Diklat Jurnalistik 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas jurnalis internal di tingkat kabupaten/kota sekaligus memperkuat literasi digital di tengah masyarakat.

img_title Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Perkuat Industri di Timur Indonesia

Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi mengatakan, pelatihan ini merupakan diklat jurnalistik pertama yang digelar LDII Jatim pada 2026 dan menjadi kebutuhan penting bagi warga LDII, khususnya yang tergabung dalam bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM).

"Di masing-masing kabupaten/kota sudah ada bagian KIM. Karena itu, mereka perlu dibekali teknologi dan keterampilan jurnalistik agar bisa menyajikan informasi yang baik dan benar," ujar Amrodji, Sabtu, 7 Februari 2026.

img_title Antusias Ratusan Pengasuh Pondok Ikuti Workshop Kepesantrenan di Pesantrennya Kiai Imjaz

Ia menegaskan, jurnalis LDII di daerah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, disinformasi, serta framing menyesatkan yang marak beredar di media sosial. 

"Informasi di lapangan harus disampaikan apa adanya, bukan dibuat-buat atau mengarah pada fitnah. Sekarang banyak informasi dipelintir seolah menjadi kebenaran, ini yang harus kita lawan dengan jurnalistik yang baik," tuturnya.

img_title Wagub Emil Sebut 600-an Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

Amrodji juga mengajak insan pers untuk turut mendampingi dan membesarkan jurnalis LDII di daerah agar mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengapresiasi langkah LDII Jatim yang dinilainya responsif terhadap tantangan di era digital.

Menurutnya, tingkat penetrasi internet di Jawa Timur saat ini telah mencapai 82,19 persen, sehingga masyarakat rentan terpapar informasi keliru.

"Di satu sisi internet membuat komunikasi makin cepat dan efektif, tetapi di sisi lain ada hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang perlu diwaspadai. Kehadiran KIM LDII ini sangat tepat sebagai bagian dari literasi digital," katanya. 

Sherlita berharap diklat jurnalistik tersebut mampu melahirkan jurnalis yang tidak hanya aktif memproduksi konten, tetapi juga bertanggung jawab, kritis, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik.

"Kegiatan ini luar biasa dan sangat bermanfaat. Semoga berjalan lancar, berkah, dan memberi dampak positif bagi masyarakat Jawa Timur," pungkasnya.