Yang Menarik dari Situbondo hingga Dilirik Pengusaha Brunei Darussalam

Pengusaha Brunei Darussalam di perkebunan alpukat di Situbondo.
Sumber :
  • Istimewa

Langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk memperkuat investasi produktif guna menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

img_title Setahun Mas Rio dan Mba Ulfi, Bawa Situbondo Naik Kelas

Selama kunjungan, delegasi diajak meninjau Sampean Green Farm (SGF) di Desa Kotakan yang mengembangkan perkebunan alpukat dan melon, Dapur Sehati sebagai sentra UMKM olahan abon ikan, serta destinasi wisata unggulan seperti Taman Nasional Baluran.

Para delegasi juga bermalam di kawasan wisata pantai untuk merasakan langsung potensi pariwisata dan keramahan masyarakat Situbondo.

img_title Dipimpin Gubernur Khofifah, Misi Dagang Jatim-Jateng Catatkan Transaksi Rp3,152 T

Mas Rio menyebut kunjungan Brudifa sebagai sinyal positif meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Situbondo.

“Kami tidak hanya menawarkan potensi, tetapi produk yang siap dibeli dan peluang investasi yang konkret. Kami berharap kerja sama ini segera berlanjut dalam bentuk transaksi dan investasi nyata,” katanya.

img_title Pendopo Pate Alos Besuki, Ikon Wisata Kota Tua Situbondo Diresmikan Fadli Zon

Saat ini, Situbondo telah mengekspor sejumlah produk unggulan, terutama kopi dan hasil perikanan. Pemerintah daerah berharap pasar Brunei dan regional ASEAN dapat meningkatkan volume ekspor, memperluas akses pasar, serta memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.

Secara makro, Situbondo tercatat sebagai kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekarkijang dan melampaui rata-rata nasional. Realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp 1 triliun, meningkat signifikan dibanding 2024 yang sebesar Rp 590 miliar atau naik sekitar 66 persen.

Jumlah UMKM terbaru di Situbondo tercatat sekitar 40.482 unit yang tersebar dari Kecamatan Banyuputih hingga Banyuglugur. UMKM tersebut bergerak di sektor pertanian, perdagangan, industri olahan, jasa, dan perkebunan, dengan data yang telah terklasifikasi hingga tingkat kecamatan.

Sementara itu perwakilan Brudifa, Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah, mengatakan keputusan berkunjung ke Situbondo berawal dari pesan sederhana Bupati Situbondo dalam pertemuan sebelumnya.

“Waktu itu Bapak Bupati berpesan, kalau turun ke Surabaya jangan lupa singgah ke Situbondo,” ujarnya.

Pesan tersebut berujung pada kunjungan ke Sampean Green Farm, tempat para delegasi tidak hanya melihat hasil pertanian, tetapi juga berinteraksi langsung dengan petani dan memetik buah dari pohonnya.

“Kami sudah sampai di sini dan kami merasakan sendiri hasilnya. Pagi tadi kami memetik alpukat langsung dari kebunnya,” kata Hafiy.

Halaman Selanjutnya
img_title