Mobil Tabrak Bentor di Tulungagung, Pelaku Lari Sampai Kediri, Begini Kronologinya
- Satlantas Polres Tulungagung
Tulungagung, VIVA Jatim-Mobil Panther viral usai menabrak becak motor (bentor) di depan Pasar Ngemplak, Tulungagung. Pengemudi panik melarikan diri dan dikejar oleh pengendara dan warga sampai Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi pada, Minggu 8 Februari 2026 pukul 01.00 dini hari WIB.
"Jadi, untuk korban bentor itu alhamdulillah luka ringan, hanya luka di lebam di paha dan lecet di tangan," ujar AKP Taufik kepada media saat di Sekretariat PWI Tulungagung, Senin, 9 Februari 2026.
AKP Taufik mengaku warga maupun pengendara sepeda motor langsung mengejar mobil yang tidak berhenti usai menabrak bentor. Saat warga melakukan pengejaran, terdapat anggota Satlantas Polres Tulungagung yang sedang melakukan patroli. Mendapatkan laporan warga, polisi pun melakukan pengejaran.
"Makanya pada saat di pengejaran memang anggota kami ingin memberhentikan mobil tersebut tetapi sempat ditabrak oleh si mobil Panther," katanya.
AKP Taufik menjelaskan setelah dilakukan pengejaran cukup jauh, mobil Panther tersebut tiba-tiba berhenti karena ada masalah di Kecamatan Kras, Kediri.
"Kemudian setelah itu di sana terjadi ya seperti dilihat dari berita-berita yang sudah beredar memang terjadi pengoroyokan tapi itu masuk wilayah Kras," imbuhnya.
Mengenai kondisi pengendara Panther, katanya masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak. Satlantas Polres Tulungagung belum bisa memintai keterangan pengemudi Panther.
"Sebab sampai Sekarang penggemudi Panther masih dalam pemeriksaan atau perawatan di dr Iskak. Tetapi kalau hasil olah TKP kami memang tidak ditemukan hal-hal yang bersifat miras," jelasnya.
Pada saat peleraian, AKP Taufik menjelaskan ada anggota yang mencoba untuk melerai penggemudi Panther yang tengah dipukuli massa. Sampai ada satu anggota polisi yang terluka di bagian kepala.
"Jadi memang anggota kami itu di situ pas kemarin itu mencoba untuk melerai karena memang sudah massa banyak dan melakukan pengamanan," pungkasnya.